У нас вы можете посмотреть бесплатно Menyusuri Pantai dari Manokwari ke Ransiki (Perjalanan Darat dari Manokwari ke Bintuni) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Perjalanan Darat dari Manokwari ke Bintuni (7 jam 20 menit): Episode Menyusuri Pantai dari Manokwari ke Ransiki Salam sejahtera untuk kita semuanya. Dari Bandara Rendani, Manokwari saya akan melakukan perjalanan darat ke Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Inilah kendaraan yang akan saya gunakan untuk menembus pegunungan Papua Barat. Perjalanan ditempuh selama 7 jam 20 menit, sungguh perjalanan yang menantang, karena akan melewati wilayah pegunungan di Papua Barat. Inilah suasana jalan di Kota Manokwari. Ikuti terus keseruan perjalanan darat menembus leher kepala burung pulau Papua, akan banyak pengalaman baru. Masih berada di Kota Manokwari, tapi sudah berada di sisi sebelah selatan Bandara Rendani. Ruas jalan ini, arah ke Kabupaten Manokwari Selatan, dan lanjut ke Kabupaten Teluk Bintuni. Sebelum benar-benar ke luar wilayah kota Manokwari, jalan tampak lurus, belum ada jalan kelak kelok khas pegunungan. Di sebelah kanan, kita melihat kendaraan antri panjang untuk mendapatkan bahan bakar minyak. Jalan mulai berkelok mengikuti kontur garis pantai, namun demikian belum naik turun, masih landai. Nampak di depan pegunungan di Kabupaten Manokwari, sampai ke Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, jalan belum masuk ke pegunungan. Jalan lebih banyak menyusuri pantai. Saya menggunakan kendaraan taksi Hi Lux Dobel Cabin. Tarif sekali jalan trayek Manokwari Bintuni, per orang sebesar 500 ribu rupiah. Taksi bisa menampung 4 orang. Untuk perjalanan ini taksi disewa, hanya saya sendiri yang menumpang. Ongkos sewa sebesar 2 juta rupiah. Setelah menjauh dari kota Manokwari, suasana jalan semakin sepi, hanya satu dua kendaraan yang ditemui. Namun demikian pengendara tidak berani memacu kendaraan lebih cepat karena sesekali memasuki perkampungan, bisa jadi ada ternak atau manusia yang menyeberang. Inilah suasana kampung di sepanjang jalan Manokwari ke Ransiki. Kampung hanya dihuni sedikit warga, rumah tidak padat, dan kampung terpisah jarak yang jauh antara satu kampung dan kampung lainnya. Sebelah kiri laut lepas yang terhubung dengan Samudra Pasifik. Perjalanan dari kota Manokwari sampai ke Ransiki, lebih banyak melalui pinggir pantai, mengikuti kontur pantai. Ada beberapa ruas jalan yang naik turun karena kondisi bibir pantai berupa pegunungan yang menghadap laut. Pada ruas jalan seperti ini pengendara harus lebih berhati-hati. Perjalanan darat dari Manokwari ke Bintuni, dibagi dua episode, yaitu episode menyusuri pantai hingga Aikarbu dan episode membelah hutan belantara, dari Aikarbu ke Bintuni. Ruas jalan ketika menyusuri pantai pada episode ini, relatif mulus. Berbeda jalan ketika membelah pegunungan, banyak jalan yang berlobang, sehingga kendaraan harus berjalan pelan dan pengendara lebih berhati-hati. Karena itu simak juga episode berikutnya. Nah, sekarang kita nikmati pemandangan jalan menyusuri pantai. Jika ingin beristirahat ada tempat pemberhentian, yaitu di Aikarbu. Jangan dibayangkan layaknya rest area seperti biasanya, lebih tepatnya warung kopi. Selain istirahat, dapat menikmati pemandangan lautan Pasifik, sambil menikmati kopi dan mie instan. Saat itu ada pedagang buah dari satuan pemukiman, kebetulan membawa buah durian. Satuan pemukiman adalah istilah untuk menyebut pemukiman transmigrasi. Menjadi tergoda untuk membeli dan dibawa ke Teluk Bintuni. Lumayan murah, seratus ribu rupiah mendapatkan empat buah durian. Selanjutnya saya akan melanjutkan perjalanan kembali. Kita akan melanjutkan video perjalanan ke episode berikutnya, perjalanan yang lebih seru membelah pegunungan. Perjalanan pada episode ini, lebih banyak menyusuri pantai, nah berikutnya akan lebih banyak naik turun dan memasuki hutan belantara. Jangan lupa simak video selanjutnya, ya. Bagaimana pendapat kalian? Berikan pendapatmu di kolom komentar. Jangan lupa subscribe ya. Bagi yang suka, silahkan klik gambar jempol. Dan bagi yang tidak suka, juga boleh klik gambar jempol. Salam satu aspal. Bersatu, keselamatan nomor satu.