У нас вы можете посмотреть бесплатно 🔴Ketegangan Meningkat! China Ikut Campur Pertahanan Iran, Kapal AS Menjauh dari Laut Teheran или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM- Dilaporkan China membantu Iran dalam memproduksi rudal balistiknya. Kabar itu menjadi ancaman terbesar Israel daripada program nuklir Teheran. Dilansir dari Tribunnews.com pada Selasa (10/2), Iran kini mampu memproduksi 300 rudal balistik per bulan. Produksi itu meningkat berkat bantuan pihak China. Selain pengadaan komponen, Iran juga mengembangkan fasilitas produksi yang tersebar dan sebagian berada di bawah tanah. Hal itu bertujuan untuk melindungi proses manufaktur dari serangan udara. Sistem produksi terdesentralisasi ini memungkinkan pabrik tetap beroperasi kendati terjadi tekanan militer. Dilaporkan, pengalaman perang Iran selama 12 hari melawan Israel ini membuat Teheran memperbaiki desain. Hal itu dilakukan agar lebih mudah dirakit secara modular. Sehingga mempercepat siklus produksi dan distribusi ke unit operasional. Sebelumnya, produksi rudal Iran ini menjadi pembahasan khusus Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Yamir berkunjung ke Washington pekan lalu. Yamir mendorong Amerika Serikat agar mengambil tindakan keras terhadap program rudal balistik Teheran. Menurut Yamir, program rudal balistik kini juga menjadi garis merah bagi Israel. Terkini, Israel mengaku terus mengawasiaktivitas Iran di kawasan. Bahkan, Israel sesumbar akan menyerang Iran secara mandiri tanpa bekingan Amerika Serikat. Di sisi lain, Kapal-kapal berbendera AS diperintahkan menjauh dari Laut Iran dan Selat Hormuz. Perintah yang dikeluarkan pada Senin (9/2) untuk meminimalisir risiko dicegat, diperiksa, ditahan oleh pasukan Iran. Situasi ini terjadi seusai AS-Iran tak mencapai konsensi besar dalam perundingan di Oman. Perintah itu dikeluarkan oleh Administrasi Maritim Kementerian Perhubungan AS. Pihaknya meminta kapal-kapal berbendera AS menyingkir sejauh mungkin dari perairan Iran. Armada laut itu diminta berhati-hati jika hendak melintas Selat Hormuz. “Disarankan agar kapal komersial berbendera AS yang melintasi perairan ini tetap sejauh mungkin dari laut teritorial Iran tanpa membahayakan keselamatan navigasi,” menurut panduan yang diposting di situs webnya. AS khawatir pasukan Iran mencegat, memeriksa, menahan hingga menaiki kapal-kapal berbendera Washington. Bahkan pernyataan itu meminta agar tidak melakukan perlawanan jika pasukan Iran menaiki kapal komersial berbendera AS. Awak kapal diminta tidak melakukan perlawanan secara paksa terhadap pasukan Teheran. Sementara kapal-kapal berbendera AS diminta berlayar ke arah timur di Selat Hormuz. Adapun arah itu melintas di dekat laut teritorial Oman. Selain itu, kapal-kapal komersial diminta menyebutkan nama dan negara benderanya jika ditanya oleh pasukan Iran. Mereka harus menegaskan telah berlayar sesuai hukum internasional sehingga tak boleh dinaiki oleh pasukan Teheran. https://www.algemeiner.com/2026/02/09... Program: Hot Topic Editor Video: Diah Putri Pamungkas #viory #viory