У нас вы можете посмотреть бесплатно Kalau "Manusia" Itu Konsep, Lalu Apa Yang Bikin Kamu Beneran "Ada"? | Filsafat Islam Mendalam или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Bidayah al-Hikmah, Muhammad Husain al-Thabataba'i Bagian Pertama Bb Ketiga Tentang Bahwa Wujud (Eksistensi) Itu Tambahan atas Mahiyyah (Esensi) dan Bersifat ‘Aridh (Insidental/Aksidental) Terhadapnya (Maksudnya: konsep yang dipahami dari salah satunya berbeda dari konsep yang dipahami dari yang lain.) Akallah yang mampu mengabstraksikan maḥiyyah—yaitu jawaban atas pertanyaan “apa itu?”—dari wujud, lalu memandangnya secara tersendiri dan memahaminya. Setelah itu, akal menisbahkan (menghubungkan) wujud kepadanya. Inilah makna “bersifat ‘aridh” (tambahan/insidental). Dengan demikian, wujud bukanlah identik dengan māhiyyah, juga bukan bagian darinya. Dalil atas hal ini: Wujud dapat diingkari (disangkal) dari suatu māhiyyah. Seandainya wujud identik atau merupakan bagian dari māhiyyah, maka mustahil untuk mengingkarinya—karena mustahil mengingkari sesuatu dari dirinya sendiri atau dari bagiannya. Selain itu, menetapkan wujud pada māhiyyah memerlukan dalil. Maka wujud tidak identik atau bagian dari māhiyya; sebab dzāt (esensi) sesuatu dan sifat-sifat esensialnya bersifat jelas dan tidak membutuhkan bukti eksternal untuk penetapannya. Māhiyyah, memiliki hubungan yang setara (netral) dalam dirinya sendiri terhadap wujud maupun ‘adam (ketiadaan). Andaikan wujud identik atau merupakan bagian dari māhiyyah, maka mustahil baginya untuk berelasi dengan ‘adam—yang merupakan lawan (kebalikan) dari wujud.