У нас вы можете посмотреть бесплатно Kh Musleh Adnan ~ Apa Yang Sulit Dalam Menghafal Al-Qur'an или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Menghafal Al-Qur'an (tahfidz) adalah proses mulia menghafal seluruh ayat Al-Qur'an secara berulang-ulang hingga hafal di luar kepala, tujuannya untuk ibadah, menjaga kalam Allah, serta meraih keutamaan di dunia dan akhirat, yang melibatkan pengulangan (muroja'ah), bimbingan guru, dan pemahaman makna agar hafalannya tidak hanya lafaz tetapi juga mengamalkan isinya dengan ikhlas, sabar, dan disiplin. Definisi dan Proses Secara Bahasa: Dari kata hifdz yang berarti menjaga atau memelihara. Secara Istilah: Memasukkan ayat-ayat Al-Qur'an ke dalam memori, menjaganya agar tidak lupa, sesuai tajwid, dan memahami maknanya. Proses Inti: Membaca berulang kali, mendengarkan, dan melatih ingatan hingga ayat dapat dibaca tanpa melihat mushaf. Pelengkap: Selalu disertai muroja'ah (pengulangan), talaqqi (belajar langsung dari guru), dan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) agar akhlak terpelihara. Keutamaan dan Manfaat Pertolongan di Akhirat: Al-Qur'an menjadi pemberi syafa'at bagi penghafalnya. Kemuliaan Keluarga: Anak penghafal Al-Qur'an dapat memberikan mahkota dan syafa'at bagi orang tuanya. Ketentraman Jiwa: Berkumpul membaca Al-Qur'an mendatangkan ketenangan dan rahmat. Melatih Karakter: Melatih kedisiplinan, keikhlasan, kesabaran, dan kepercayaan diri. Peringatan Penting Bukan Sekadar Hafalan: Jangan hanya terfokus pada pahala hafalan hingga mengabaikan kewajiban lain atau menjadi sombong. Memahami Kandungan: Penghafal harus berusaha memahami makna agar tidak hanya menghafal tetapi juga mengamalkan isinya, karena ada golongan yang pertama kali masuk neraka adalah penghafal Al-Qur'an yang tidak mengamalkannya karena Allah. Ikhlas: Motivasi utama harus karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau alasan duniawi.