У нас вы можете посмотреть бесплатно Dokter Ini Bicara Pelan… Tapi Banyak Lansia Menangis Setelah Mendengarnya или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#kesehatanlansia #kesehatandiusialanjut #lansiapuasa itu bukan soal kuat-kuatan. Bukan soal siapa paling sanggup menahan lapar. Bukan soal siapa paling “tidak pernah mengeluh”. Dan bukan juga soal membuktikan kepada orang lain bahwa kita masih hebat. Justru, di usia lanjut, yang paling berharga itu bukan kekuatan… tapi kebijaksanaan. Saya sering melihat dua keadaan yang sama-sama membuat hati saya miris. Yang pertama… ada Bapak atau Ibu yang sebenarnya masih mampu berpuasa, masih kuat, masih stabil. Tapi beliau berhenti puasa bukan karena tubuhnya tidak sanggup… melainkan karena takut. Takut kata orang, “Nanti gula darah drop.” Takut kata tetangga, “Puasa itu bahaya untuk lansia.” Takut kata keluarga, “Sudah, jangan puasa… nanti masuk rumah sakit.” Akhirnya beliau berhenti… padahal sebenarnya, kalau dilakukan dengan cara yang aman, tubuhnya masih bisa diajak baik-baik. Yang kedua… ada juga Bapak Ibu yang memaksakan diri. Pagi sudah gemetar, keringat dingin, pusing berputar, badan lemas seperti habis dipukul gelombang. Tapi masih bilang, “Tidak apa-apa, Dok… ini kan ujian.” Padahal… itu bukan ujian. Itu tanda tubuh sedang meminta pertolongan. Dan yang membuat sedih, Bapak Ibu… dua-duanya sama-sama terjadi karena satu hal: takut salah. Takut berdosa kalau membatalkan puasa. Takut dianggap lemah, dianggap tidak kuat iman. Takut dicap manja. Takut merepotkan keluarga. Takut jadi bahan omongan.