У нас вы можете посмотреть бесплатно TREE MONITORS PART 1 (V. Prasinus, V. Macraei & V. Beccarii) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Varanus Prasinus, memiliki bentuk dan ukuran yang hampir sama dengan Varanus Macraei, panjang tubuhnya secara keseluruhan dapat mencapai 75 hingga100 cm. Dengan tubuh kecil dan panjang serta ekor 2/3 dari panjang tubuh secara keseluruhan. Biawak ini juga memiliki kuku yang panjang dan tajam, serta sisik kaki yang besar dan kasar sehingga dapat membantunya saat memanjat dan berpegangan pada permukaan pohon yang kasar. Ekornya yang panjang juga membantunya untuk menjaga keseimbangan saat berada di pohon dan menjadi senjata saat keadaan terdesak. Hampir keseluruhan tubuhnya berwarna hijau muda dengan beberapa sisik berwarna hitam yang tersebar merata. Perilaku : Biawak ini menyukai hidup dipepohonan dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di tempat tersebut. Hewan ini juga aktif pada siang hari dan melompat dari dahan satu ke dahan lain untuk menghindari mangsanya. Menggunakan sela-sela cabang dan lubang-lubang pohon untuk bersembunyi dan tidur.Ekornya yang panjang dan dapat menggulung dengan mudah sering digunakan untuk mengaitkan tubuhnya agar tetap seimbang, selain itu ekor tersebut juga dapat digunakan sebagai senjata untuk melawan musuhnya. Reproduksi : Biawak betina mampu menghasilkan 2-5 butir telur dengan berat perbutir mencapai 10,5-11,5 gram. Telur-telur tersebut disimpan di dalam sarang rayap pohon. Telur akan menetas setelah 160-190 hari kemudian. Biawak muda yang baru menetas dapat memakan rayap sebagai sumber protein utamanya. Pakan : Biawak pohon hijau memakan berbagai jenis serangga, anakan burung, telur burung, arthropoda tanah dan mamalia kecil seperti tikus. Habitat : Biawak ini menghabiskan sebagian besar hidupnya dan hampir tidak pernah turun dari pohon. Menggunakan celah-celah antara batang dan lubang pada pohon sebagai sarang atau tempat beristirahat.Biawak ini endemic di kepulauan Papua, dari Irian Jaya hingga Papua Nugini. Varanus macraei, adalah spesies biawak pohon yang ditemukan di pulau Batanta di bagian timur Indonesia. Varanus Macraei mempunyai kulit berwarna hitam dengan totol biru di sekujur tubuhnya. Total ada kurang lebih ada sekitar 85-100.000 titik berbaris di tubuh bagian tengahnya. Spesies biawak pohon ini adalah termasuk kedalam tipe biawak pemanjat pohon sama seperti Varanus Prasinus. Persebaran mereka hanya terdapat di Pulau Batanta, di area barat laut semenanjung Vogelkop di Irian Jaya. Mereka pun mendiami hutan tropis yang kering. Saat menghindari pemangsa, mereka akan melarikan diri ke atas pohon dan menggunakan batang atau cabang besar sebagai penghalau. Varanus Beccarii Varanus Becarii muda memiliki warna tubuh abu-abu dengan bintik-bintik berwarna hijau dan kuning. Ketika dewasa, tubuhnya berubah menjadi warna hitam secara keseluruhan. Panjang tubuh biawak dewasa memiliki panjang 90-120 cm. Hewan ini memiliki ekor yang sangat panjang, sekitar 75% dari panjang tubuhnya, ekor tersebut membantunya untuk menjaga keseimbangan saat berada di pohon, dengan bentuknya yang selalu melingkar (spiral) digunakan untuk mengait di tangkai/dahan. Kakinya memiliki cakar-cakar yang panjang dan kuat dengan perekat agar dapat berjalan di batang pohon.kepalanya ramping dengan mata berwarna hitam dan gigi yang cukup panjang. Giginya yang tajam sangat membantunya agar mangsa tidak terlepas. Perilaku : Biawak jenis ini hidup soliter atau menyendiri dan beraktivitas di siang hari atau juga bisa disebut diurnal. Pada umumnya Varanus Becari tidak begitu agresif, akan tetapi jika dalam keadaan terdesak binatang ini akan menggigit atau mencambukkan ekornya ke lawan/pengganggunya. Vranus becarii Lebih senang hidup di pohon-pohon, karena memiliki kemampuan memanjat yang sangat baik. Ekornya yang panjang dan melingkar digunakan untuk mengaitkan tubuhnya pada tangkai atau dahan agar tetap seimbang dan tidak jatuh. Reproduksi : Biawak jantan memiliki ukuran tubuh lebih besar dan panjang dibandingkan betina. Kepala biawak jantan juga lebih besar.Biawak jantan memiliki cirri khas pada bagian kelaminnya, yaitu hemi-penis.Hemi-penis merupakan tunjolan kelamin, biawak jantan memiliki 2 tonjolan. Biawak ini berkembang biak dengan telur. Dalam satu siklus biasanya biawak ini menghasilkan 3-5 butir telur. Pakan : Merupakan jenis hewan karnivora (pemakan daging), hewan ini memakan berbagai jenis serangga. Selain itu, biawak hitam juga memakan mamalia kecil seperti bayi tikus. Habitat : Hewan ini merupakan jenis semi-terestrial karena terkadang mereka tinggal di balik batu atau seresah dan lebih sering terlihat beraktivitas di pohon-pohon (arboreal). Hewan ini tersebar di Kepulauan Aru dan Papua Nugini