У нас вы можете посмотреть бесплатно Australia Kirim Rudal dan Pesawat Pengintai ke Negara-negara Teluk или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#rino Video Editor : Rino Syahril Ketegangan di Timur Tengah semakin meluas. Kini, giliran Australia yang mulai terlibat dalam pusaran konflik setelah pemerintahnya memutuskan mengirim aset militer ke kawasan Teluk. Meski menegaskan hanya untuk pertahanan, langkah ini tetap memicu kontroversi dan kekhawatiran bahwa konflik bisa semakin melebar. Diberitakan Aljazeera, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengumumkan bahwa negaranya akan mengerahkan pesawat pengintai jarak jauh serta memasok rudal udara-ke-udara untuk membantu negara-negara Teluk menghadapi serangan dari Iran. Menurut Albanese, konflik di Timur Tengah telah berlangsung lebih dari sepekan dan eskalasi serangan Iran semakin meningkat. “Konflik Iran di Timur Tengah dimulai lebih dari seminggu yang lalu, dan serangan balasan Iran terus meningkat, bahkan sudah mencapai skala dan kedalaman yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Dua belas negara di seluruh wilayah, dari Siprus hingga Teluk, terus menjadi sasaran,” ujar Albanese dalam konferensi pers, Selasa. Sebagai bagian dari misi tersebut, Angkatan Udara Australia akan mengirim pesawat pengintai E-7A Wedgetail beserta personel pendukungnya untuk menjaga keamanan wilayah udara di kawasan Teluk selama empat minggu ke depan. Pesawat ini akan membantu negara-negara di kawasan dalam sistem pertahanan udara bersama untuk mendeteksi potensi serangan dan memantau pergerakan militer. Selain itu, Australia juga akan mengirim rudal udara-ke-udara jarak menengah canggih ke Uni Emirat Arab. Pengiriman ini dilakukan setelah Albanese melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Salah satu alasan utama pengerahan ini adalah keberadaan puluhan ribu warga Australia di Timur Tengah. Pemerintah Canberra menyebut ada sekitar 115.000 warga Australia yang tinggal di kawasan tersebut, termasuk sekitar 24.000 orang di Uni Emirat Arab. Albanese menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya melindungi warganya. “Membantu warga Australia berarti juga membantu Uni Emirat Arab dan negara-negara Teluk lainnya untuk mempertahankan diri dari serangan yang tidak beralasan,” katanya. Ia juga menekankan bahwa Australia tidak melakukan serangan terhadap Iran dan tidak mengirim pasukan tempur ke wilayah Iran. “Pemerintah saya sudah jelas: Kami tidak mengambil tindakan ofensif terhadap Iran, dan kami jelas tidak mengerahkan pasukan Australia di Iran,” tegasnya. Sejak konflik meningkat, pemerintah Australia telah membantu ribuan warganya meninggalkan kawasan Timur Tengah. Albanese mengatakan sekitar 2.600 warga Australia telah berhasil keluar dari wilayah tersebut sejak pekan lalu. Namun, pemerintah mengakui masih ada “tantangan signifikan” untuk membantu warga lain yang ingin meninggalkan kawasan tetapi masih terjebak di sana. Keputusan pemerintah Australia ini langsung menuai kritik dari oposisi, terutama dari Australian Greens. Senator Partai Hijau, Larissa Waters, memperingatkan bahwa pengerahan militer tersebut berpotensi menyeret Australia ke dalam konflik berkepanjangan yang dipimpin Amerika Serikat. Menurutnya, pengalaman masa lalu harus menjadi pelajaran. Australia pernah terlibat dalam invasi yang dipimpin AS ke Afghanistan pada 2001 dan Irak pada 2003, yang menyebabkan lebih dari 50 personel militer Australia tewas, menurut data Australian War Memorial. Waters khawatir keputusan terbaru ini bisa kembali menempatkan nyawa tentara Australia dalam risiko besar. Di sisi lain, pemerintah Australia menyatakan bahwa pengerahan ini akan melibatkan sekitar 85 personel militer dan difokuskan sepenuhnya pada misi pertahanan. Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: YouTube: / @tribunpekanbaruofficial Facebook: / tribunpekanbarufanspage Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ... TikTok: / tribunpekanbaru Instagram: / @tribunpekanbaru