У нас вы можете посмотреть бесплатно Candi megah di kaki Gunung Penanggungan. Candi Jedong Ngoro, Mojokerto или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Candi Jedong terletak di Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, kesini gratis, parkirnyapun kl di depan pintu masuk candi juga gratis, jangan lupa mengisi daftar pengunjung ya. Ini juga salah satu tujuan favorit gowes di daerah sini. Didepan kantor akan kita jumpai sejarah dari candi ini Kalau kita jalan lurus melewati kantor akan terdapat 3 buah pondasi candi dan batu candi yg bertumpuk diatasnya, dan sepertinya masih dalam proses pendataan Pemugaran Candi Jedong sendiri dimulai pada tahun 1993 - 2004 selama 11 tahap nah kawasan candi jedong ini luas sekali dengan latar halaman yg ditumbuhi rerumputan hijau jadi sejuk sekali dimata Pd thn 1907 tercatat ada 3 gapura, tapi yg berdiri sekarang tinggal 2. Gapuranya berupa paduraksa, yaitu gapura yang memiliki atap penutup, yang umum ditemukan dalam arsitektur kuno di Jawa dan Bali. fungsinya sebagai pembatas sekaligus gerbang penghubung antar kawasan Untuk sejarahnya, Gapura Jedong ini dibangun pada 1385 masehi dan berfungsi sebagai pintu masuk ke sebuah desa Perdikan, yaitu daerah yang dibebaskan dari kewajiban pajak. sedangkan situs jedong sendiri sudah ada sejak 910 masehi atau jaman Mataram kuno di jawa tengah sampai masa Majapahit yg berpusat di mojokerto Di situs Jedong telah ditemukan berbagai peninggalan sejarah berupa lingga, arca, Dwarapala dan Jaladwara dari bahan batu andesit, dan sebuah genta perunggu nah kita ke gapura yg lebih kecil dulu Kedua bangunan terbuat dari batu andesit, jadi tidak seperti candi di Mojokerto pada umunnya yg terbuat dari batu bata atas gapura dihiasi arca kala Bangunan satu dengan lainnya berjarak 80 meter. Keduanya dihubungkan dengan talut (pagar) dari bahan batu bata. masyarakat sekitar juga menyebut gapura yg lebih kecil ini sebagai candi wadon atau perempuan dan gapura yg besar sebagai candi lanang atau lelaki walau sekarang dikelilingi rumah pedesaan, kawasan ini sangat terjaga tampat ini sungguh eksotis dan damai ditengah sejuknya hawa pegunungan hijaunya hutan lereng Penanggungan dan kicauan burung seolah membawa kita ke masa lalu melihat megahnya gapura dan penghubung ini jadi terbayang betapa majunya kehidupan zaman Kerajaan Majapahit dulu dan juga jadi ingat para pendekar di film2 kolosal jaman dulu seperti Brama Kumbara dengan ajian serat jiwa-nya atau Arya Kamandanu dengan pedang naga puspa-nya bagi yang tidak tahu buruan cari di youtube dijamin akan ketagihan dengan serunya petualangan mereka gapura utama yg lebih besar secara struktur mirip dengan gapura yg sebelumnya berkunjung ke situs2 peninggalan sejarah seperti ini selalu menimbulkan rasa haru, entah kenapa kl sobat jalan-jalan ke daerah Ngoro, Mojokerto sempatkan kesini, benar2 worth it share video ini ke orang2 yg ingin sobat ajak biar ada gambaran dan ... segera rencanakan