У нас вы можете посмотреть бесплатно Kesaksian Pengacara Evia Maria Mangolo, Mahasiswi PGSD Unima I SAKSI KATA или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Warga Kota Tomohon dihebohkan dengan penemuan seorang wanita dengan kondisi meninggal dunia di sebuah indekost di Kaaten, Kelurahan Matani Satu, Kota Tomohon, Sulut pada Selasa (30/12/2025). Kejanggalan kematian Evia Maria Mangolo, mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima), kian terkuak. Sebelumnya Evia diduga mengakhiri hidup. Namun sejumlah kejanggalan muncul hingga keluarga menduga Evia dibunuh. Cyprus Tatali, kuasa hukum keluarga Evia menuturkan, keterangan pihak yang memandikan jenazah menyebut tidak tampak tanda-tanda b*nuh diri pada jenazah Evia. "Matanya tidak melotot, lidah tidak keluar dan tak ditemui kotoran," kata dia Senin (5/1/2026). Kejanggalan yang sebelumnya muncul, beber dia, adalah adanya bekas luka lebam di sejumlah bagian tubuh Evia. Posisi kaki Evia juga janggal. "Yang juga janggal adalah kain yang dipakai serta tempat Evia ditemukan yakni di depan ruang tamu dan bukan di kamar," katanya. Ia menuturkan, keluarga menerima apapun hasil penyelidikan polisi. Tapi semua harus ikut SOP. Kasat Reskrim Polres Tomohon, Iptu Royke Mantiri, membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan korban telah menjalani pemeriksaan visum luar. Kata dia, dari hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. "Untuk penyebabnya, kepastiannya menunggu hasil otopsi,” ujarnya. Hal yang sama juga dikatakan Cyprus Tatali selalu kuasa hukum keluarga. "Kami nantikan hasil otopsi," katanya kepada Tribunmanado.co.id Senin (5/1/2026). Beber dia, otopsi akan memperjelas penyebab kematian Evia. Dikatakannya, pihak keluarga menduga kuat bilamana Evia tidak bunuh diri, tapi dibunuh. Tatali mengaku ada kesulitan yang dialami saat otopsi. Penyebabnya jenazah Evia sudah dimandikan dan diformalin. "Dari dokter forensik minta waktu," katanya. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan kekesalan pihak keluarga terhadap penanganan kepolisian di Tomohon. "Atas izin siapa oknum polisi langsung pindahkan jenazah korban ke rumah sakit, dalam teori penyelidikan, kalau orang mati tak wajar, tak serta merta langsung dibawa ke rumah sakit," katanya. #mahasisiwiunima #unima #eviamariamangolo #SAKSIKATA