У нас вы можете посмотреть бесплатно DWI MELAWAN IMBAS DIHUJAT ANAKNYA STATUS WNA: "NEGARA GAK NGASIH SAYA, SAYA BAYAR PAJAK JUGA" или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Nama Dwi Sasetyaningtyas mendadak ramai diperbincangkan setelah pernyataannya soal kewarganegaraan viral di media sosial. Alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) itu menuai hujatan usai ucapannya dinilai merendahkan status Warga Negara Indonesia (WNI). Pernyataan yang paling disorot adalah kalimat, “Cukup aku saja yang WNI, anakku jangan.” Potongan kalimat itu menyebar cepat dan memicu gelombang kritik. Banyak warganet mempertanyakan nasionalismenya, terlebih ia pernah menerima pendanaan pendidikan dari negara. Di tengah tekanan publik, Tyas sapaan akrabnya tidak memilih diam. Ia justru membalas komentar-komentar pedas yang membanjiri akun media sosialnya. Menurutnya, pernyataan tersebut lahir dari kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah, bukan bentuk kebencian terhadap Indonesia. “Saya Bayar Pajak Juga” Salah satu pembelaan Tyas yang kemudian ikut viral adalah soal pajak. Ia menegaskan bahwa beasiswa yang diterimanya bukan sekadar “pemberian” cuma-cuma dari negara. “Negara gak ngasih ke saya, saya bayar pajak juga,” tulisnya dalam perdebatan sengit dengan netizen di Instagram. Kalimat itu justru memperpanjang polemik. Sebagian publik menilai argumen tersebut tidak tepat, mengingat dana LPDP bersumber dari anggaran negara yang dikelola untuk kepentingan pendidikan. Di sisi lain, ada pula yang melihatnya sebagai bentuk kritik terhadap relasi negara dan warganya. Alih-alih meredam situasi, sejumlah klarifikasi Tyas justru dianggap sebagian pihak semakin memojokkannya. Ia berulang kali menekankan bahwa kritik terhadap pemerintah tidak sama dengan anti-nasionalisme. Namun, di ruang publik yang sensitif terhadap isu kebangsaan, pernyataan bernada emosional mudah sekali disalahartikan atau sengaja dipotong tanpa konteks. Kini, perdebatan tak lagi sekadar soal satu kalimat viral. Ia melebar menjadi diskusi tentang hak mengkritik pemerintah, tanggung jawab moral penerima beasiswa negara, hingga batas antara kebebasan berpendapat dan loyalitas kebangsaan. Bagaimana kronologi lengkap perseteruan panas antara alumni beasiswa negara ini dengan publik, dan apa poin-poin klarifikasi Tyas yang kini justru dianggap makin memojokkan dirinya? Dwi merasa tak bersalah merendahkan bangsa Indonesia. Dalam unggahannya, Tyas menyebut dirinya lulus kuliah di Belanda pada 2017 dan telah kembali ke Indonesia selama enam tahun (2017–2023) untuk memenuhi kewajiban sebagai penerima beasiswa serta berkontribusi di Tanah Air. Ia juga menegaskan kepindahannya ke Inggris bukan untuk melanjutkan studi, melainkan mendampingi suami. "Melalui post ini, izinkan saya menjawab dan meluruskan segelintir asumsi dan fitnah yang bereda." Sementara itu, suaminya, Arya Pamungkas Iwantoro, diketahui merupakan lulusan magister dan doktoral dari Utrecht University di Belanda dengan pendanaan LPDP. Tyas juga menilai dana beasiswa yang diterimanya merupakan hak karena ia merasa telah membayar pajak. Ia bahkan menyebut penerima beasiswa berhak melontarkan kritik terhadap kebijakan pemerintah sebagai bentuk kontribusi kepada rakyat. Ia mengatakan bahwa penerima beasiswa dari LPDP sudah seharusnya melontarkan kritik atas kebijakan pemerintah. "Penerima beasiswa dengan uang rakyat sudah SEHARUSNYA melontarkan kritik ke kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat sebagai timbal balik/kontribusi terhadap rakyat. Ungkapan "cukup aku saja yang WNI, anak aku jangan" adalah bentuk kekecewaan, kemarahan, kekesalan terhadap kebijakan Pemerintah Indonesia Saya menolak tuduhan/asumsi/fitnah yang beredar, tapi saya sadar itu semua diluar kuasa saya. Tak sampai di situ saja, Tyas menganggap beasiswa yang diterimanya bukan pemberian dari negara. #lpdp #purbaya #viral #prabowo #menkeu #gibran #prabowosubianto #beritaterkini #beritaviral #beritaterbaru #berita #dwisasetyaningtyas #beritaartis #beritaartisterbaruhariinidiindonesia #beritaartishariini #beritaartisindonesia #beritaartisterkiniindonesia #hotseleb #gosip #gosipceria #gosipartisindonesiahariiniyangterbaru #MataLokalMenjangkauIndonesia Simak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/ Simak Video Viral lainnya https://pontianak.tribunnews.com/topi... Program: - Host: - Editor Video: kia Uploader: - Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd... Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Follow us: Instagram: / tribunsingkawangofficial Facebook: / tribunsingkawangupdate Twitter: / tribunpontianak TikTok: / tribunsingkawang Terima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.