У нас вы можете посмотреть бесплатно Apa yang Terjadi pada Saudara-Saudara Süleyman yang Agung? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pada tahun 1520, seorang pria naik ke takhta Ottoman yang ditakdirkan menjadi legenda. Süleyman I, "Yang Mulia" atau Kanuni (Sang Legislator), yang namanya identik dengan puncak kejayaan imperium. Kita sepertinya tahu segalanya tentangnya: ekspedisi militernya, cintanya pada Hürrem, mahakarya arsitekturnya, dan akhir tragisnya dalam persaingan antar putra. Namun, sejarahnya bermula jauh sebelum itu. Ia bermula dari sebuah drama sunyi, yang hampir terlupakan, yang terungkap di bayang-bayang kenaikan takhtanya. Sebuah drama di mana korban utamanya justru mereka yang paling dekat dengannya dalam ikatan darah. Untuk memahami skala tragedi keluarga ini, kita perlu menengok ke masa lalu. Süleyman bukanlah yang pertama atau satu-satunya. Ia adalah putra dari Selim I yang tegas dan berkarakter gelap, bergelar Yavuz—yang Ganas atau Kejam. Dialah yang dalam kurang dari sepuluh tahun masa pemerintahannya berhasil menggandakan wilayah kekaisaran, menghancurkan Mamluk, dan mengambil alih gelar "Pelindung Dua Kota Suci". Pendampingnya, ibu dari anak-anaknya, adalah Ayşe Hafsa Sultan yang sangat berpengaruh. Pasangan yang berkuasa ini setidaknya memiliki empat orang anak, dan selain itu Selim juga memiliki anak dari wanita lain.