У нас вы можете посмотреть бесплатно KEKUATAN MILITER IRAN или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Di tengah pusaran konflik Timur Tengah yang tak pernah padam, ada satu negara yang selama lebih dari empat dekade berdiri di bawah bayang-bayang sanksi paling melumpuhkan dalam sejarah modern. Sebuah negara yang terisolasi dari pasar senjata global, namun berhasil membangun salah satu kekuatan militer paling ditakuti di kawasannya. Mereka tidak membangun militer bergaya Barat yang bertumpu pada jet tempur siluman atau armada kapal induk raksasa. Alih-alih runtuh, Iran memilih jalan lain: Perang Asimetris. Ini bukan tentang siapa yang memiliki teknologi paling mahal, tapi tentang bagaimana membuat musuh berpikir dua kali sebelum menyerang. kita akan membedah secara mendalam: Seberapa kuat sebenarnya militer Iran? Tidak seperti kebanyakan negara, Iran memiliki struktur militer yang sangat unik. Mereka ibarat naga berkepala dua. Di satu sisi, ada Artesh, tentara reguler yang tugasnya sangat jelas: menjaga perbatasan, melindungi tanah air dari invasi darat. Mereka berjumlah ratusan ribu, tulang punggung pertahanan tradisional. Namun disisi lain, ada kekuatan yang jauh lebih berpengaruh: Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC. Ini bukan sekadar tentara; mereka adalah penjaga ideologi negara. IRGC mengontrol program rudal balistik, pasukan elite Quds Force yang beroperasi di luar negeri, hingga intelijen. Jika Artesh adalah perisai, maka IRGC adalah pedang yang bisa menebas jauh ke luar perbatasan Iran. Karena sanksi internasional, Iran tidak bisa membeli jet tempur canggih seperti F-35 milik Amerika atau Rafale milik Prancis. Lalu, apa solusi mereka? Jawabannya ada di bawah tanah. Iran membangun fasilitas rudal rahasia di dalam pegunungan yang mustahil ditembus bom konvensional. Mereka saat ini memiliki persenjataan rudal balistik dan jelajah terbesar di Timur Tengah. Tidak hanya itu, Iran telah menjadi pemain utama dalam teknologi drone (UAV). Seri drone kamikaze Shahed mereka terkenal karena murah, diproduksi massal, dan dirancang untuk menyerang dalam jumlah besar atau swarm tactics. Strategi ini sengaja dibuat untuk membuat sistem pertahanan udara secanggih apapun kehabisan amunisi dan kewalahan. Kekuatan sejati Iran tidak hanya ada di dalam negeri. Melalui Pasukan Quds, Iran menerapkan strategi Forward Defense atau pertahanan ke depan. Mereka mendanai, melatih, dan mempersenjatai jaringan milisi sekutu di seluruh Timur Tengah, yang dikenal sebagai 'Poros Perlawanan' (Axis of Resistance). Dengan cara ini, Iran bisa menekan musuh-musuhnya dari berbagai arah tanpa harus mengibarkan bendera perang secara resmi. Di laut, strateginya sama liarnya. Iran tidak membangun kapal perusak raksasa. Mereka memusatkan kekuatan di Selat Hormuz—titik sempit, tempat lewatnya seperlima pasokan minyak dunia. Angkatan Laut IRGC mengandalkan ratusan kapal cepat bersenjata torpedo dan rudal anti-kapal, ranjau laut, dan kapal selam mini. Jika perang pecah, mereka bisa menutup selat ini, dan ekonomi global akan seketika lumpuh. Tapi, naga ini bukannya tanpa kelemahan. Titik paling rentan dari militer Iran adalah angkatan udaranya. Jika Anda melihat langit Iran, Anda akan melihat museum terbang. Mayoritas pesawat tempur mereka adalah sisa-sisa peninggalan sebelum revolusi 1979 yang dibeli dari Amerika Serikat, ditambah beberapa jet era Soviet. Meski teknisi Iran sangat jenius dalam mem kanibalisme suku cadang agar pesawat ini tetap bisa terbang, secara teknologi, armada udara mereka jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk. Pada akhirnya, militer Iran tidak dirancang untuk memenangkan perang terbuka satu lawan satu melawan negara adidaya. Doktrin mereka adalah doktrin Deterrence atau pencegahan. Pesan yang ingin mereka sampaikan kepada dunia sangat jelas: 'Kalian mungkin bisa menghancurkan kami dari udara, tapi kami akan memastikan kalian juga hancur berkeping-keping dan membayar harga yang sangat mahal. Itulah kekuatan dan kelemahan dari militer Iran, negara yang mengubah isolasi menjadi mesin perang asimetris raksasa. Bagaimana pendapat kalian? Apakah strategi asimetris ini akan terus bertahan di era peperangan modern? Sampai jumpa! #iran #iranisrael #iranvsisrael #iranisraelwar #iranisraelconflict #iranamerica #iranusa #iranusaconflict #konflikiran #perangiranisrael #perangiran #rudaliran #rudalindonesia #rudal #drone #droneiran #droneshahed #rudalfattah #rudalfattah2 #militeriran #kekuatanmiliteriran #senjatairan #senjatatersembunyiiran #presideniran #khamenei #literasicreative #literasikreatif #literasinews #literasi #literasinewscreative #literasinewskreatif #literasinews