У нас вы можете посмотреть бесплатно Petilasan Waliyullah Syekh Ahmad Rifa'i (Ulama' Besar Nusantara & Pahlawan Nasional) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
petilasan waliyullah Syekh Ahmad rifa'i berada di ds. kalisalak, kec. limpung, kqb. natang, jateng. Syekh Ahmad Rifai, Teman Mbah Kholil Bangkalan yang Anti Kolonialisme SHARE TOKOH Syekh Ahmad Rifai, Teman Mbah Kholil Bangkalan yang Anti Kolonialisme Hadi Mulyono5 November 2019 10166 Ilustrasi Memasuki abad ke XIX tepatnya tahun 1850 muncul gerakan perlawanan terhadap penjajah melalui penerapan nilai-nilai religi dari Desa Kalisalak, Limpung, Batang, Jawa Tengah. Pemimpin gerakan ini bernama Syekh Ahmad Rifa’i yang menyebarkan agama Islam dengan metode dakwah yang diselaraskan dengan kondisi sosial pada saat itu. Gerakan pembaruan dan pemurnian ajaran Islam ini selanjutnya dikenal dengan gerakan Rifa’iyah sesuai dengan nama pendirinya. Hingga saat ini, gerakan Rifa’iyah masih eksis di berbagai wilayah di Indonesia utamanya di daerah Batang dan sekitarnya seperti Wonosobo, Pekalongan, Temanggung, Pati, Kendal sampai Karawang, Jawa Barat. Lantas, siapa sebenarnya Syekh Ahmad Rifa’i yang dengan keberaniannya saat itu berhasil mengembangkan dakwah Islam meski dengan tantangan kekejaman kolonial Belanda? Syekh Ahmad Rifa’i lahir di tahun 1786 di Desa Tempuran, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Ayahnya yang bernama Muhammad bin Sujak Wijaya merupakan seorang pengulu di Kendal. Di keluarganya, Syekh Ahmad Rifa’i merupakan bungsu dari delapan bersaudara yang kemudian pada umurnya yang baru berusia tujuh tahun harus menjadi seorang yatim piatu. Keadaan tersebut membuat Syekh Ahmad Rifa’i diasuh oleh kakak iparnya yang juga seorang ulama pemimpin salah satu pondok pesantren di Kaliwungu bernama K.H Asy’ari. Pengaruh dari kakak iparnya inilah yang membentuk seorang Syekh Ahmad Rifa’i menjadi seorang yang ahli di bidang agama dan memiliki jiwa pemberontak terhadap ketidakadilan.