У нас вы можете посмотреть бесплатно Trump Borong Aset Minyak Raksasa Rusia, Langkah Mendadak Disebut Pukulan Telak bagi Putin или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Baca Selengkapnya di https://video.tribunnews.com/news/908... Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Perusahaan minyak raksasa asal Rusia, Lukoil, dilaporkan menyepakati penjualan seluruh aset luar negerinya. Kepada perusahaan investasi Amerika Serikat pada Kamis (29/1) waktu setempat. Langkah divestasi besar-besaran itu dinilai sebagai sinyal kuat bahwa sanksi ekonomi Presiden Donald Trump. Menghantam jantung ekonomi Kremlin lebih keras dibanding tekanan militer Ukraina. Diketahui, nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai US$ 22 miliar atau sekitar Rp 369,6 triliun. Besarnya nilai penjualan mencerminkan tekanan berat dari Washington terhadap sektor energi Rusia. Lukoil disebut terpaksa melepas aset akibat sanksi pemblokiran dan kewajiban divestasi ketat dari AS. Yang berpotensi mengganggu arus kas ekonomi Rusia secara permanen. Sebagai perusahaan non-negara terbesar Rusia dari sisi pendapatan. Lukoil selama ini memegang peran penting dalam ekspansi internasional Moskow. Perusahaan itu diketahui memiliki kilang di Eropa, aset hulu di Timur Tengah. Serta sekitar 200 stasiun pengisian bahan bakar di New York, New Jersey, dan Pennsylvania. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Lukoil kini dianggap sebagai bagian dari pendukung pendanaan konflik Kremlin. Ia menegaskan sudah saatnya penghentian kekerasan dan dorongan menuju gencatan senjata, Jumat (30/1/2026). Departemen Keuangan AS menambahkan kebijakan itu bertujuan meningkatkan tekanan terhadap sektor energi Rusia. Langkah tersebut juga disebut diarahkan untuk melemahkan kemampuan Kremlin menghasilkan pendapatan bagi pendanaan perang dan menopang ekonomi yang disebut tengah melemah. (Tribun-Video.com) Program: Tribunnews Update Host: Thalia Iza Editor Video: Tegar Melani Uploader: Panji Anggoro Putro