У нас вы можете посмотреть бесплатно Rasa Tenang yang Datang Setelah Semua Pergi — Saat Allah Menjadi Satu-satunya Tempat Pulang или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Ada masa ketika hidup terasa hampa. Satu per satu orang pergi, satu per satu tempat kehilangan makna. Yang dulu menjadi sandaran, kini hanya kenangan. Namun di balik kepergian itu, Allah sedang menuntunmu menuju ketenangan yang sejati — ketenangan yang tak bergantung pada siapa pun, karena hanya Dia yang tak pernah pergi. 🌙 💔 Ketika Semua Mulai Menjauh Ada masa di mana Allah perlahan mengambil satu per satu hal yang membuatmu bergantung. “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan...” (QS. Al-Baqarah: 155) Manusia menjauh, keadaan berubah, dan engkau merasa sendirian. Namun itulah cara Allah mengajarkan: tidak ada yang benar-benar milikmu. Semua yang dicintai pasti akan pergi, agar kau belajar mencintai tanpa menggenggam — hanya dengan hati yang berserah. 🌧️ Saat Dunia Tak Lagi Menawarkan Tempat Berteduh Ketika semua yang dulu memberi arti kini hilang, engkau akan menyadari sesuatu: dunia ini fana. “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu...” (QS. Ar-Rahman: 26–27) Kau berhenti mengejar perhatian manusia, karena mereka pun tak bisa menenangkan hatimu. Dan di tengah kehampaan itu, Allah memperlihatkan keindahan yang selama ini tersembunyi: keheningan yang menenangkan, sujud yang menyembuhkan, dan air mata yang tak lagi terasa pahit. 🌿 Ketika yang Tersisa Hanyalah Engkau dan Allah Dalam kesendirian itu, engkau akhirnya mengenal dirimu sendiri. Tak ada lagi topeng, tak ada lagi sandaran selain Dia. “(Yaitu) mereka yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah...” (QS. Ar-Ra’d: 28) Engkau berbicara kepada-Nya dalam diam, menangis tanpa malu, dan merasakan pelukan yang tak terlihat. Di titik itu, engkau mengerti — bahwa semua yang pergi hanyalah jalan agar Allah bisa datang lebih dekat. 🌸 Ketika Ketenangan Menjadi Rumah yang Baru Kini engkau tak lagi marah atas kepergian siapa pun. Hatimu tidak lagi menggenggam, karena telah belajar melepaskan. “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia...” (QS. At-Taubah: 129) Kau mulai menemukan rasa cukup, bukan dari kepemilikan, tapi dari kepasrahan. Dan dalam kesunyian itu, lahir rasa damai yang tak bisa dijelaskan. Kau tahu, meski semua pergi, engkau tidak benar-benar sendiri — sebab Allah selalu tinggal di hati yang tenang. ✨ Penutup Akhirnya, kita semua akan sampai di satu titik di mana tidak ada yang tersisa — kecuali Allah. Dan di sanalah, kedamaian sejati bermula. Rasa tenang itu tidak datang ketika hidup sempurna, tapi ketika engkau berhenti mencari kesempurnaan di luar dirimu. Sebab segala yang pergi hanyalah cara Allah menuntunmu pulang. Kau tidak kehilangan apa pun, selain yang memang tidak ditakdirkan tinggal. Dan kini, dalam diam dan doa, engkau menemukan yang tak pernah pergi — Dia, yang sejak awal adalah rumah bagi jiwamu. 🌙 #CatatanLangit #RenunganIslami #KetenanganHati #MotivasiIslam #HatiYangTenang #DoaMalam #Dzikir #Tawakal #UjianHidup #HikmahKehidupan