У нас вы можете посмотреть бесплатно Kemlu Tegaskan Perjanjian Dagang RI-AS Tidak Memojokkan China, Politik Bebas Aktif Tetap Dijaga или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Vyonne, menegaskan bahwa setiap kerja sama bilateral, termasuk dengan Amerika Serikat, selalu didasarkan pada kepentingan nasional tanpa berpihak pada blok tertentu. Menurutnya, prinsip politik luar negeri bebas aktif tetap menjadi landasan utama dalam menjalin kemitraan dengan negara mana pun. Hal ini disampaikan dalam press briefing di Kemlu, Jakarta, Jumat (27/2/2026). Vyonne menjelaskan bahwa memperluas kemitraan dengan Amerika Serikat melalui perjanjian ART. Tidak berarti Indonesia mengabaikan hubungan strategis dengan negara lain, termasuk Tiongkok. Indonesia, tegasnya, tetap mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjalin persahabatan dengan semua negara. Kerja sama dengan negara mitra, termasuk Amerika, ditempatkan dalam kerangka kepentingan nasional terlebih dahulu. Serta tidak mencerminkan keberpihakan strategis pada blok tertentu. Ia menambahkan bahwa pendekatan Indonesia adalah memperluas kemitraan dengan seluruh negara. Baik di kawasan maupun dengan mitra strategis lainnya, tanpa menimbulkan persepsi ancaman bagi pihak mana pun. “Kerja sama kita dengan negara mitra, termasuk dengan Amerika, harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan nasional terlebih dahulu. Itu tidak berarti keberpihakan strategis terhadap blok tertentu,” jelasnya. Lebih lanjut, ART dipandang sebagai instrumen ekonomi untuk memperkuat kepentingan nasional. Bukan sebagai alat politik untuk memojokkan negara tertentu. Vyonne menegaskan bahwa prinsip bebas aktif tetap menjadi kompas utama. Sementara kerja sama bilateral merupakan sarana untuk mencapai kepentingan nasional. Juru Bicara Kemlu lainnya, Vahd Nabyl, menambahkan bahwa dalam setiap hubungan bilateral. Indonesia selalu mencari titik temu yang saling menguntungkan. Ia mencontohkan, baik dengan Tiongkok maupun Amerika, Indonesia membangun kesamaan kepentingan yang dijadikan dasar kerja sama bilateral. Kemlu memastikan bahwa penguatan kerja sama dagang dengan Amerika Serikat. Tetap berada dalam kerangka diplomasi yang seimbang dan tidak mengganggu hubungan baik Indonesia dengan negara mitra lainnya. (Tribun-Video.com) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Perjanjian Dagang RI-AS Dituding Pojokkan China, Kemlu: Kita Tidak Berpihak ke Blok Tertentu, https://www.tribunnews.com/internasio.... Penulis: Igman Ibrahim Editor: Glery Lazuardi Program: Tribunnews Update Host: Thalia Iza Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani Uploader: Tri Hantoro