У нас вы можете посмотреть бесплатно PERGI TANPA PAMIT ( Tjipt. Leo Masengi ) - Theresa Amanupunjo & Orkes Studio Djakarta или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Lahir dengan nama Theresa Amanupunnjo di Larantuka, Flores pada 6 Januari 1935. Ayahnya Eferandus Amanupunnjo adalah seorang Sersan Mayor KNIL (tentara Belanda-Indische) Dia bekerja sebagai penyanyi di hotel bersejarah Savoy Homann di awal 50-an dengan band bernama Rino Gasparini and His Combo, dipimpin oleh seorang pianis Italia Rino Gasparini. Ada dua orang Indonesia yang bergabung dengan band ini sedangkan yang satu lagi berasal dari Hongaria. Dia menyanyikan berbagai lagu dalam genre yang berbeda di sana untuk menghibur para tamu, termasuk pop, hawaiian dan juga jazz. Theresa menikah pada tahun 1953 dengan Raden Mohammad Zen dari Palembang, saudara Sadak, pemilik Savoy Homann saat itu. Ia mengikuti kompetisi "Bintang Radio Indonesia" yang diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia (RRI). Dia menjadi pemenang untuk wilayah Jawa Barat dan dikirim untuk bersaing secara nasional. Di panggung yang lebih tinggi ini dia melakukannya sebanyak 4 kali, bersaing dengan beberapa nama legendaris seperti Ratna (penyanyi yang sangat terkenal di tahun 50-an-60-an) dan legenda hidup Titiek Puspa. Ia meraih juara ketiga sebanyak tiga kali, pada tahun 1956, 1957, dan 1958, kemudian pada tahun 1961 ia akhirnya berhasil menjadi juara pertama. Kita masih bisa melihat pialanya disimpan dengan baik di rumahnya. .Suatu hari dia didekati oleh seorang Belanda, mengatakan kepadanya bahwa seorang komposer sedang mencarinya. "Saya tanya siapa, dan dia bilang, itu Ismail Marzuki. Saya sangat terkejut." Dia berkata sambil tersenyum. Ismail Marzuki dikenal sebagai salah satu komposer legendaris terpenting Indonesia. Kemudian dia bertemu Ismail Marzuki setelah itu, dan mengetahui bahwa Ismail baru saja menulis dua lagu yang dibuat khusus untuknya. Lagu-lagu itu adalah lagu abadi, salah satu mahakarya Ismail Marzuki yang berjudul "Sabda Alam" dan "Kunang-Kunang". Sabda Alam masih sangat populer hingga saat ini. Catatan : Video ini dipublikasikan semata sebagai upaya menggali dan melestarikan karya-karya cipta lama yang asli dari para pencipta negeri ini, untuk diarsipkan dan diperkenalkan kembali kepada khalayak ================================= Created by VideoShow:http://videoshowapp.cl