У нас вы можете посмотреть бесплатно Sejarah Kisah Bandung Danau ke Dunia или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Bandung merupakan kota yang memiliki sejarah panjang yang dimulai jauh sebelum berdirinya pemerintahan modern. Secara geologis, kawasan Bandung terbentuk dari proses vulkanik dan tektonik jutaan tahun lalu. Letusan Gunung Sunda Purba serta aktivitas Gunung Tangkuban Parahu membentuk Cekungan Bandung dan Danau Bandung Purba, yang menjadi dasar bentang alam kota ini saat ini. Pada masa manusia mulai menetap, wilayah ini menjadi bagian dari Kerajaan Sunda (abad ke‑14–16). Sungai Citarum dan Cikapundung menjadi nadi kehidupan masyarakat Sunda yang hidup dari pertanian dan perdagangan di kawasan Parahyangan. Bandung diduga berasal dari kata “bandung” atau “bendung”, yang merujuk pada terbentuknya danau akibat aliran lava, atau dari perahu “bandung” dalam legenda Sangkuriang. Perjalanan Bandung sebagai kota modern dimulai pada era kolonial Belanda. Awalnya pusat pemerintahan Kabupaten Bandung berada di Krapyak (Dayeuhkolot). Karena wilayah itu sering banjir, pada tahun 1809 Bupati R.A. Wiranatakusumah II memindahkan ibu kota ke dekat Sungai Cikapundung. Langkah ini kemudian diperkuat oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, yang membutuhkan pusat kabupaten di dekat Jalan Raya Pos (De Groote Postweg). Pada 25 September 1810, Bandung resmi ditetapkan sebagai ibu kota kabupaten—tanggal yang kini diperingati sebagai Hari Jadi Kota Bandung. Memasuki akhir abad ke‑19, pembangunan jalur kereta api Batavia–Bandung pada tahun 1884 mempercepat perkembangan kota. Bandung menjadi pusat perhubungan, perdagangan, dan pemerintahan di wilayah Priangan. Modernisasi yang pesat di awal abad ke‑20 membuat Bandung dikenal sebagai “Paris van Java”, sebuah kota berarsitektur dan atmosfer Eropa di tengah tatar Sunda. Hingga kini, Bandung berkembang sebagai pusat pendidikan, budaya, sejarah, serta kreativitas yang berakar kuat pada warisan masa lalu. Kota ini merupakan perpaduan harmonis antara jejak geologi purba, kebudayaan Sunda, peninggalan kolonial, dan dinamika modern.