У нас вы можете посмотреть бесплатно Iran Apresiasi Prabowo yang Ingin Jadi Juru Damai, Tapi Tutup Pintu Negosiasi dengan AS или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Baca berita selanjutnya: https://kaltim.tribunnews.com/news/11... Pemerintahan menyatakan Presiden RI Prabowo Subianto bersedia menjadi mediator antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pernyataan resmi ini menyusul serangan udara gabungan yang dilancarkan militer AS dan Israel ke sejumlah wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026). Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Indonesia mendesak seluruh pihak untuk mengedepankan jalur diplomasi. "Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi," demikian pernyataan yang disampaikan Kementerian Luar Negeri di X. "Pemerintah Indonesia menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna memulihkan kondisi keamanan yang kondusif. Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia siap untuk melakukan perjalanan ke Teheran untuk melaksanakan mediasi," tambah pernyataan itu. Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang telah bersedia memfasilitasi usai serangan tersebut. Namun Iran berpandangan bahwa sampai saat ini tidak ada mediasi atau perundingan yang berdampak secara signifikan. “Kami meyakini bahwa saat ini tidak ada negosiasi dan perundingan apa pun dengan pemerintah Amerika yang akan berguna, karena mereka tidak terikat dan tidak patuh pada hasil apa pun,” tegas Boroujerdi dalam jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026). Meski begitu, Boroujerdi berharap negara-negara Islam menilai serangan AS dan Israel ke Iran sebagai tindakan ilegal dan turut mendukung Iran dengan menyampaikan kecaman keras. Selain itu, ia berharap negara-negara Islam mendukung Iran melalui mekanisme organisasi internasional, seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Dan ketiga, agar menjalankan kampanye 'Katakan Tidak pada Perang' dan menolak perang di seluruh dunia serta menunjukkan penentangan mereka terhadap segala jenis peperangan,” tegas dia. Boroujerdi menyatakan bahwa AS dan Israel tidak menghargai diplomasi serta negosiasi. “Sekali lagi terbukti bahwa lagi-lagi pada saat kami sedang berada di meja perundingan, mereka melakukan penyerangan terhadap Iran,” ujar dia. “Hal ini bisa disaksikan atau disampaikan juga oleh Menlu dari Oman, seorang mediator yang tidak berpihak kepada manapun, yang telah ber-statement bahwa negosiasi telah mencapai titik yang menerangkan,” tambah dia. Bagi Boroujerdi, tindakan Israel dan Amerika Serikat melanggar Pasal 2 Ayat 4 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melarang ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap negara lain. Ia menyebut serangan tersebut sebagai bentuk agresi terang-terangan terhadap Iran. Merujuk Pasal 51 Piagam PBB, ia menegaskan Iran memiliki hak untuk membela diri dan memberikan respons yang sah atas serangan tersebut. Menurutnya, Iran telah menggunakan hak itu dengan menyerang sejumlah basis militer Amerika Serikat yang disebut menjadi sumber serangan. Boroujerdi mengungkapkan bahwa lebih dari 555 orang tewas atas serangan Israel dan AS terhadap Iran. Pasalnya, Boroujerdi mengatakan, serangan itu menyerang berbagai tempat sipil di Iran seperti rumah sakit, sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Akibatnya, tidak sedikit korban berasal dari kalangan masyarakat sipil. “Dalam penyerangan ini sampai dengan hari ini lebih dari 555 orang masyarakat sipil menjadi korban, di mana sebagian besar di antara mereka berasal dari kaum anak-anak dan wanita,” kata Boroujerdi. “Kurang lebih lebih dari 200 anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar meninggal dunia dan berbagai golongan masyarakat non-militer sipil yang sedang merayakan dan sedang menjalankan ibadah puasa dalam keadaan puasa dijadikan korban,” tambah dia. Menurut Boroujerdi, AS dan Israel tidak menghormati bulan suci Ramadhan maupun masyarakat yang sedang berpuasa. Editor: Jofan Giantirta Uploader: Jofan Giantirta #presidenprabowo #iran #amerikaserikat #perangisraeliran #konfliktimurtengah 0:00 Niat Prabowo Ingin Jadi Juru Damai 0:57 Dubes Iran Apresiasi, Tetapi... 2:13 Serangan Balasan Adalah Hak 3:15 Ratusan Korban Berjatuhan