У нас вы можете посмотреть бесплатно Rambu rambu ketika berdoa - Ust Ibadurrahman или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Video ini berjudul "Rambu rambu ketika berdoa - Ust Ibadurrahman" dari kanal YouTube Hikmah Daily. Dalam video ini, Ustaz Ibadurrahman menjelaskan bahwa fokus utama saat berdoa seharusnya bukan sekadar kapan doa tersebut dikabulkan, melainkan memahami rambu-rambu dan pendidikan (tarbiah) yang Allah berikan melalui doa tersebut berdasarkan Surat Al-Baqarah ayat 186. Berikut adalah deskripsi poin-poin utama beserta timeline isinya: Timeline Isi Video: [00:00] - Pendahuluan: Kekeliruan umum orang saat berdoa yang hanya memikirkan kapan doa dikabulkan, padahal Allah memberikan rambu-rambu dalam Al-Qur'an. [01:00] - Rambu Pertama: Kedekatan (Ibadurrahman): Berdoa menuntut kedekatan dengan Allah. Penggunaan kata "Ibadi" (hamba-Ku) menunjukkan kualitas ibadah yang unggul. Dicontohkan melalui Nabi Zakaria yang tetap memperbanyak ibadah saat menanti terkabulnya doa [02:46]. [03:43] - Rambu Kedua: Menghiasi Doa dengan Asmaul Husna: Allah itu dekat (Qorib). Dianjurkan menggunakan nama-nama Allah yang indah yang sesuai dengan permintaan kita, seperti memohon ampunan dengan nama "Al-Ghaffar" [04:35]. [05:07] - Rambu Ketiga: Keajaiban Ijabah Doa (Fi'il Mudhari): Penjelasan tata bahasa kata "Ujibu" yang berarti Allah menjawab terus-menerus. Doa seseorang bisa terus bekerja bahkan setelah ia wafat, seperti doa Nabi Ibrahim [06:52] atau kisah kakek buyut saleh dalam cerita Nabi Musa dan Khidir [07:08]. [09:24] - Rambu Keempat: Introspeksi Diri (Istijabah): Sebelum bertanya mengapa doa belum dikabulkan, tanyakan pada diri sendiri perintah Allah mana yang belum kita laksanakan (Istijabah). [10:48] - Tujuan Akhir: Menjadi Lurus (Yarsyudun): Ujung dari doa adalah agar hidup kita tetap lurus (lempeng) dalam menjalani takdir Allah. Contohnya, saat sakit, doa membantu seseorang untuk tetap sabar dan husnuzan (berprasangka baik) kepada Allah [11:21]. [12:51] - Penutup: Kesimpulan bahwa doa adalah sarana agar diberikan jalan yang lurus oleh Allah SWT.