У нас вы можете посмотреть бесплатно Heboh! Ada Lafaz Allah pada Cangkang Telur Ayam di Banjarnegara, Pemilik: akan Saya Simpan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pedagang di Banjarnegara bernama Karyanto menemukan telur unik. Umumnya permukaan cangkang telur ayam halus dan warna cangkangnya kemerahan. Namun telur yang ditemukan Karyanto cangkannya berwarna putih dan ada guratan mirip lafaz Allah. Hal itu dibenarkan Karyanto saat dikonfirmasi pada Rabu (19/1/2022). Karyanto menyebut, guratan mirip lafaz Allah itu bahkan ada di beberapa tempat pada cangkang tersebut. "Kalau diputar telurnya, terlihat ada beberapa guratan mirip lafaz Allah, " kata Karyanto, pemilik telur itu kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (19/1/2022). Karyant sendiri merupakan warga Desa Prendengan, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Melihat bentuk telur yang berbeda dengan lainnya, Karyanto memutuskan untuk tidak menjualnya ke pelanggan. Ia memilih menyimpannya karena bentuknya yang langka. Dari pengakuannya, ia terkadang memang menemukan telur yang warna cangkangnya putih. Biasanya telur bewarna putih itu cangkangnya lebih tipis dan mudah pecah. Namun lain halnya dengan telur ini. Cangkangnya justru terlihat lebih tebal dan kuat dari telur umumnya. Cukup lama berbisnis telur, Karyanto baru kali ini menemukan telur dengan bentuk demikian dan terdapat goresan mirip lafaz Allah. "Karena bentuknya unik, tidak ikut saya jual, akan saya simpan," katanya. (Tribun-Video.com/TribunBanyumas.com) Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Ditemukan di Banjarnegara, Guratan Cangkang Telur Mirip Lafaz Allah, Karyanto: Akan Saya Simpan, https://banyumas.tribunnews.com/2022/.... Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan