У нас вы можете посмотреть бесплатно DAKSINA TAPAKAN SEBAGAI TRIO DASA SAKSI или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
• DAKSINA TAPAKAN SEBAGAI TRIO DASA SAKSI DAKSINA TAPAKAN SEBAGAI TRIO DASA SAKSI #ApaSajaUnsurUnsurDaksinaTapakan #TrioDasaSaksiApaItu? #TigaBelasUnsurDaksinaTapakan Dalam tradisi Siwaistik, Tuhan dapat dihadirkan dalam bebagai istadewata. Demikian pula dalam tradisi bhakti marga, Tuhan (Siwa) dapat disimbulkan serta diwujudkan dengan berbagai bentuk, salah satu di antaranya melalui daksina tapakan. Daksina tapakan adalah perwujudan atau pertapakan Hyang Widhi yang merupakan bagian dari banten. Daksina juga seringkali disebut sebagai lambing Hyang Guru (Dewa Siwa) sebagai difungsikan sebagai saksi Dewata. Itu sebabnya dalam tradisi Bali dikenal istilah Trio Dasa Saksi atau tiga belas unsur sebagai upasaksi. Lalu apa saja ketiga belas unsur itu? Berdasarkan Himpunan Tetandingan Upakara Yadnya (Sudharsana, 2010:34) adalah sebagai berikut: 1) Babedog atau wakul, sebagai simbol Hyang ibu Pertiwi atau simbol bumi. Bentuk kain lancip menandakan itu bagian belakang. 2) tapak dara, simbol dari rwa bineda, yang bertujuan menyeimbangkan antara baik-buruk, panas-dingin dsbnya. Tapak dara sesungguhnya puja dalam bentuk yantra. 3) diisi beras sebagai simbol Sang Hyang Bayu, sebanyak amusti (satu genggam itu simbol kekuatan). 4) selanjutnya dimasukkan porosan silih asih, simbol Sang Hyang Semara Ratih. 5) Kemudian dimasukkan gegantusan sebagai simbol jiwatma atau Sang Hyang Indra. Gegantusan berisi 5 jenis pala bungkah dan 5 jenis pala gantung sekaligus sebagai bentuk penyatuan Akasa dengan pertiwi 6) Kemudian dimasukkan pepeselan, terdiri 5 jenis dedaunan yang diikat yang di setiap ujung-ujungnya telah dipotong. Pepeselan sebagai simbol Sang Hyang Sangkara, Dewanya pepohonan. 7) Kemudian dimasukkan pangi, sebagai simbol Sang Hyang Waruna sebagai penjaga alam semesta. 8) Kemudian dimasukkan kelapa yang telah dikuliti dengan membiarkan bentuk lancip di bagian atas kelapa. Unsur kelapa dalam tradisi ini disimbolkan sebagai Sang Hyang Surya, sementara ujungnya berupa pijar sinarnya. 9) Kemudian dimasukkan unsur tingkih (buah kemiri) sebagai simbol Sang Hyang Tranggana (Bintang). 10) Kemudian dimasukkan unsur telor bebek sebagai Binatang satwika. Telor dilambangkan sebagai Sang Hyang Candra. 11) Kemudian dimasukkan uang kepeng bolong sebagai symbol windu sunya. 12) Benang adalah unsur berikutnya sebagai simbol akasa atau Sang Hyang Aji. 13) Setelah diisi benang, lalu diisi canang pasucian lengkap dengan Sricili diletakkan di belakang daksina tapakan sebagai symbol sarining Amerta. Bagaimana penjelasan selanjutnya, silahkan simak sesuluh Yudha Triguna melalui Yudha Triguna Channel pada Youtube, juga pada Dharma wacana agama Hindu. Untuk mendapatkan video-video terbaru silahkan Subscribe https://www.youtube.com/channel/UCB5R Facebook: www.facebook.com/yudhatriguna Instagram: / yudhatrigunachannel