У нас вы можете посмотреть бесплатно Suasana Malam ada Pocong, Kuntilanak dan Hantu Biarawati di Jalan Malioboro Yogyakarta. или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Malioboro adalah nama salah satu jalan di Kota Yogyakarta. Kawan pasti sering mendengarnya dengan sebutan Jalan Malioboro. Jalan ini merupakan salah satu kawasan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke persimpangan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Dua diantaranya adalah Jalan Margo Utomo dan Jalan Margo Mulyo. Apa sih istimewanya Malioboro? Malioboro mempunyai daya tarik yang luar biasa. Banyak pengunjung yang berdatangan ke Jalan Malioboro, baik dari dalam maupun luar negeri. Generasi muda maupun tua juga banyak yang datang. Jika Kawan ingin melihat bule atau bahkan ingin berbicara langsung, mungkin Kawan bisa mencoba bertemu mereka di sini. Malioboro merupakan tempat wisata yang menggambarkan sebuah tempat yang indah dengan lampu-lampu romantis, suasana klasik, pengunjung yang luar biasa ramai, penjual kaki lima, dan delman yang selalu ada. Di daerah Malioboro, Kawan bisa menemukan banyak sekali jajanan atau makanan. Malioboro memang identik dengan tempat belanja dan jalan-jalan. Jika Kawan hendak membeli oleh-oleh khas Yogyakarta, Kawan bisa datang ke Malioboro, ya! Berbagai macam oleh-oleh asli Yogyakarta, seperti bakpia, wedang uwuh, dan lainnya bisa Kawan coba. Terdapat rumah hantu yang dapat dicoba untuk menantang diri. Selain itu, terdapat Pasar Beringhajo untuk berbelanja, mencari makanan, maupun melihat-lihat pernak-pernik. Lalu, terdapat Museum Benteng Vredeburg. Di dalam museum tersebut, terdapat banyak sejarah dari masa penjajahan Belanda. Tiket masuknya juga murah, hanya sekitar Rp3.000 saja. Museum ini berada di depan Istana Kepresidenan Yogyakarta, sekitar 500 meter dari Pasar Beringharjo. Di sepanjang Jalan Malioboro, terdapat banyak kursi atau tempat duduk untuk menikmati indahnya Malioboro. Siapa saja akan merindukan Malioboro. Bisa jadi, Kawan akan rindu dengan suasananya yang ramai dan pemandangannya yang indah dinikmati oleh mata. Ditambah dengan ditemani orang yang kita sayang, seperti teman, keluarga, maupun pasangan. Hal ini akan menjadi kenangan yang tak akan terlupakan, terutama saat sudah tidak di Yogyakarta lagi. Kawan pasti akan merindukan jalanan di Malioboro yang penuh dengan lampu-lampu, cerita, canda, maupun tawa bahagia yang terukir. Terkadang, berada di tengah kerumunan tak dikenal dan hanya bersama dengan orang terdekat saja terasa sangat menyenangkan. Jika datang ke Malioboro, jangan lupa untuk mencicipi wedang ronde yang ada di sekitaran Jalan Malioboro. Akan tetapi, bukan berarti ditempat lain tidak ada, ya! Namun, jika sudah berada di Malioboro, ada baiknya untuk mencoba berbagai macam jajanan yang dijual. Berkeliling di Malioboro juga bisa menghilangkan stres dan membuat Kawan menjadi segar atau fresh kembali. Entah mengapa, saat berjalan-jalan di Malioboro, suasananya sangat nyaman, ditambah dengan pemandangan yang indah. Seberapa jauh Kawan mengelilingi daerah ini, perjalanan yang dilalui dengan berjalan kaki tidak akan merasa lelah. Namun, saat kawan merasa lelah karena sudah lama berjalan kaki, terdapat banyak tempat duduk yang disediakan untuk beristirahat sembari makan atau minum minuman yang disukai. Satu hal yang harus kawan ketahui ! Di Malioboro, selain banyak orang yang berjualan, umumnya selalu ada live music. Uniknya, terdapat banyak pengamen yang sesekali dapat menghibur perasaan yang sedang sedih. ( Penulis : Sellvina Vina, Good News From Indonesia )