У нас вы можете посмотреть бесплатно Tak Kenalkan Diri, Kapolres Lamongan Pernah Diabaikan Polisi Saat Lapor Motor или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM - Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman mengungkap pengalaman tak menyenangkan yang pernah ia alami di masa lalu. Ia mengaku sempat diperlakukan acuh oleh seorang oknum anggota kepolisian ketika hendak melaporkan kehilangan sepeda miliknya. Padahal kala itu, dia juga seorang perwira. Kisah tersebut dibagikan AKBP Arif melalui akun Instagram pribadinya, @arif_fazlurrahman. Ia menceritakan bahwa dirinya pernah menjadi korban tindak kriminal pencurian sekitar enam tahun lalu. Usai kejadian motornya dicuri, ia mendatangi kantor polsek setempat untuk membuat laporan. Menariknya, saat itu AKBP Arif sengaja tidak memperkenalkan diri sebagai anggota polisi. Setibanya di polsek, ia bertemu dengan petugas piket. Namun, pelayanan yang diterimanya jauh dari kata memuaskan. Menurut AKBP Arif, petugas tersebut terlihat tidak menunjukkan keseriusan. Ia bahkan dibiarkan berdiri tanpa dipersilakan duduk. Alih-alih menunjukkan empati, oknum polisi tersebut justru menanyakan nilai sepeda yang hilang. Pertanyaan itu membuat AKBP Arif kecewa sekaligus tersinggung. Emosi AKBP Arif pun memuncak hingga ia meluapkan kemarahannya. Ia mengaku sempat memarahi petugas tersebut dan meminta agar Kapolsek dipanggil. Dalam situasi itu, barulah ia mengungkap bahwa dirinya pernah menjabat sebagai Kapolsek. Mendengar hal tersebut, sikap oknum polisi itu langsung berubah drastis. Ia menjadi lebih sopan dan menunjukkan rasa hormat. AKBP Arif menegaskan, alasan dirinya membagikan pengalaman ini bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai pengingat agar seluruh anggota kepolisian memiliki empati terhadap masyarakat, khususnya mereka yang sedang tertimpa musibah. Ia menekankan bahwa nilai kerugian tidak boleh menjadi tolok ukur pelayanan. Sekecil apa pun kerugian yang dialami warga, aparat wajib memberikan pelayanan terbaik. Naskah: Wa Ode Nurmin Host: Fiorena Jieretno Editor: Ahmad Faiz Faqih/Andi Siti Khadijah (Mhs Magang UNM) (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur