У нас вы можете посмотреть бесплатно BERAPA LAMA ISRAEL SANGGUP BERTAHAN MENGHADAPI GEMPURAN IRAN? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
BERAPA LAMA ISRAEL SANGGUP BERTAHAN MENGHADAPI GEMPURAN IRAN? Israel menghadapi dilema besar di saat Presiden Donald Trump memproyeksikan konflik melawan Iran dapat berlangsung selama 4 hingga 5 minggu. Meski semangat militerisme warga sedang berada di puncaknya, bayang-bayang kelelahan ekonomi dan potensi habisnya stok rudal pertahanan udara menjadi ancaman nyata bagi Israel. Berbeda dengan konflik Juni 2025 yang dipenuhi ketakutan eksistensial, masyarakat Israel saat ini dilaporkan menunjukkan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Analis menyebut masyarakat Israel telah terbiasa memandang Iran sebagai musuh fundamental sejak dini, menciptakan ketahanan mental yang mirip dengan warga Inggris saat peristiwa The Blitz di Perang Dunia II. Menguatnya kelompok sayap kanan di pemerintahan juga semakin mengukuhkan narasi bahwa Israel harus hidup dengan pedang untuk bertahan hidup. Akan tetapi, Israel menghadapi tantangan besar tak hanya jumlah rudal Iran, melainkan daya tahan sistem pertahanan mereka sendiri. Sebagaimana diketahui, Iran meluncurkan lebih dari 200 rudal balistik hanya dalam tiga hari pertama. Tanpa bantuan pasokan cepat dari AS, Israel berisiko kehabisan rudal penangkis untuk sistem Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow. Jika stok menipis, Israel diperkirakan akan memprioritaskan pertahanan pada target militer dan politik, yang berpotensi membiarkan area sipil lebih terbuka terhadap hantaman rudal. Untuk diketahui, Israel memasuki perang ini dengan kondisi ekonomi yang rapuh akibat konflik berkepanjangan di Gaza dan Lebanon. Bagaimana tidak, pengeluaran perang tahun 2025 saja diperkirakan mencapai $55 miliar, melonjak tajam dari $31 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan peringkat kredit kedaulatan juga telah memicu krisis utang, energi, transportasi, hingga layanan kesehatan. Hingga saat ini, puluhan ribu tentara cadangan telah dimobilisasi, sekolah-sekolah di kota besar seperti Haifa dan Tel Aviv ditutup, dan warga terpaksa keluar-masuk bunker perlindungan secara rutin. Pertanyaan besarnya kini bukan lagi siapa yang memulai, melainkan siapa yang memiliki nafas lebih panjang dalam perang atrisi yang sangat mahal ini. (*) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Penulis : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Host : Prisca Ruri Editor : Afiffudin Uploader : Afiffudin Sumber : aljazeera Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru