У нас вы можете посмотреть бесплатно China Mengamuk! Xi Jinping Kutuk Kematian Khamenei dan Siap Lindungi Kepentingan Energi di Iran или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNJAKARTA.COM - China bereaksi keras, atas serangan Amerika Serikat dan Israel yang berujung kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di New York, Sabtu sore waktu setempat. Perwakilan Tetap China untuk PBB, Fu Cong, menyatakan kegeraman Beijing atas serangan tersebut. China menyebut aksi militer ini sebagai langkah yang mengejutkan, terutama karena dilakukan justru di saat proses negosiasi diplomatik antara Washington dan Teheran sedang berlangsung. "China secara konsisten menentang dan mengutuk penggunaan atau ancaman kekerasan dalam hubungan internasional. Kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran harus dihormati," tegas Fu Cong dalam pidatonya yang dikutip Chinadaily. Beijing menilai serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi tersebut telah melewati "garis merah" perlindungan sipil dalam konflik bersenjata. Fu Cong mendesak semua pihak untuk kembali ke meja perundingan, sembari menekankan bahwa kekuatan militer bukanlah jalan keluar untuk menyelesaikan sengketa internasional. Di balik kutukan keras tersebut, China memiliki kepentingan ekonomi yang sangat vital di Teheran. Berdasarkan data firma analitik Kpler tahun 2025, China merupakan pembeli minyak Iran terbesar di dunia, menyerap lebih dari 80 persen dari total minyak yang dikapalkan oleh negara tersebut. Tahun lalu, kilang-kilang independen China, yang sering disebut sebagai "teapots", mengimpor rata-rata 1,38 juta barel minyak Iran per hari. Hubungan mesra ini didorong oleh diskon besar-besaran yang ditawarkan Iran di tengah sanksi Barat, yang mencakup sekitar 13,4 persen dari total impor minyak laut China. Namun, gejolak geopolitik terbaru ini tampaknya mulai menggoyang stabilitas pasokan. Data terbaru dari Kpler dan Vortexa menunjukkan adanya penurunan impor minyak Iran ke China sebesar 115.000 hingga 220.000 barel per hari pada bulan Februari dibanding bulan sebelumnya. Pergeseran ke Rusia dan Ancaman Selat Hormuz Ketegangan yang memuncak akibat kematian Khamenei juga memicu kekhawatiran akan blokade Selat Hormuz—jalur nadi yang dilewati hampir seperlima pasokan minyak dunia. Sebagai langkah antisipasi, China mulai mengalihkan ketergantungannya dengan meningkatkan impor minyak dari Rusia hingga mencapai 2,07 juta barel per hari bulan ini. Di sisi lain, pihak Amerika Serikat melalui Duta Besarnya, Mike Waltz, bersikeras bahwa tindakan militer tersebut sah secara hukum. Senada dengan AS, Duta Besar Israel Danny Danon membela serangan udara tersebut sebagai langkah krusial untuk menghentikan ancaman eksistensial terhadap negaranya. Sebaliknya, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengutuk keras serangan AS-Israel sebagai "kejahatan perang." Pertemuan darurat ini sendiri digelar atas permintaan mendesak dari China, Rusia, Prancis, Bahrain, dan Kolombia guna meredam efek domino dari konflik yang kini mengancam stabilitas energi global. Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul China Punya Kepentingan Vital di Iran, Kutuk Serangan AS-Israel yang Tewaskan Khamenei, https://www.tribunnews.com/internasio.... Editor: Willem Jonata Editor Video : Ilham Bintang Anugerah Uploader: Dimas HayyuAsa Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: YouTube: / @tribunjakarta Facebook: https://www.facebook.com/profile.php?... Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7... TikTok: https://www.tiktok.com/@tribun.jakart... Instagram: / tribunjakarta #viory #XiJinPing #ChinaIran #KhameneiTewas #ASIsrael #KonflikTimurTengah #SelatHormuz #KrisisEnergi