У нас вы можете посмотреть бесплатно Canda Prabowo "Lupa" Diganti Jadi Ketum Silat hingga Spontan Naikkan Bonus Emas SEA Games Jadi 1 M или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Suasana pelepasan kontingen Indonesia untuk SEA Games ke-33 Thailand 2025 yang berlangsung Jumat sore tidak hanya diwarnai ketegangan janji prestasi, tetapi juga gelak tawa dan kejutan menggembirakan. Presiden Prabowo Subianto, dalam pidatonya, menampilkan sisi humoris sekaligus ketegasannya dalam memajukan olahraga nasional lewat tiga momen sorotan utama: curhatannya sebagai Ketua Umum Silat, kenaikan bonus dadakan, dan rencana pembangunan fasilitas raksasa. Momen lucu terjadi di awal pidato ketika Presiden menyapa satu per satu Ketua Umum Cabang Olahraga (Cabor) yang hadir. Setelah menyapa deretan Jenderal yang memimpin berbagai cabor, dan yang menarik, Presiden Prabowo sampai pada gilirannya menyapa Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), masih dipegang oleh dirinya sendiri. Namun, suasana cair tersebut segera berubah menjadi riuh tepuk tangan ketika Prabowo membahas soal apresiasi atlet. Dalam gaya kepemimpinannya yang khas, Presiden melakukan dialog langsung di tengah pidato. Ia bertanya secara terbuka mengenai besaran bonus yang biasanya diterima atlet peraih medali emas. Ketika mendapat jawaban bahwa angkanya berkisar di Rp500 juta, Prabowo tidak menunggu rapat tertutup untuk membuat keputusan. Di hadapan para atlet dan menteri, ia langsung menantang jajarannya untuk menaikkan angka tersebut dua kali lipat. Tak hanya bicara soal uang tunai, Presiden Prabowo menutup pidatonya dengan visi jangka panjang yang ambisius. Ia menegaskan tidak ingin pembinaan olahraga Indonesia hanya berjalan setengah-setengah. Presiden mengungkapkan rencananya membangun pusat pelatihan terpadu yang luasnya tidak main-main, yakni sekitar minimal 500 hektare. Ia menyebut fasilitas ini bukan sekadar lapangan biasa, melainkan kompleks State of the Art yang akan digunakan untuk mendidik calon atlet sejak usia dini, mulai umur 8 tahun. Dengan lahan seluas itu, Presiden Prabowo berambisi menciptakan ekosistem olahraga yang mampu melahirkan pahlawan-pahlawan baru yang akan mengibarkan Merah Putih di kancah dunia secara berkelanjutan. Pidato ini menegaskan satu hal: Di balik candaannya soal jabatan di pencak silat, Presiden Prabowo memiliki keseriusan penuh—baik dalam memberikan penghargaan instan berupa bonus maupun membangun fondasi masa depan olahraga Indonesia.