У нас вы можете посмотреть бесплатно Supervisi Pembelajaran Kelas 6 (Selamat Jalan Pak Guru) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Video ini diupload dalam rangka mengenang Almarhum Bapak H. Kauri, guru SDN 03 Tengengwetan yang telah mengabdikan dirinya dan hidupnya kepada sekolah tercinta sampai "titik darah penghabisan". Video ini diambil dalam rangka Supervisi Pembelajaran yang disaksikan langsung oleh petugas dari LPMP Semarang dan Pengawas Sekolah, Bapak Heru Utomo. Hari Minggu, 6 Maret 2016 pukul 14.15, Beliau mengalami "kecelakaan" ketika sedang memperbaiki pintu kelas 5 yang rusak. Gerinda tangan yang telah diganti dengan gergaji circul beliau gunakan untuk memotong kusen pintu yang telah keropos dengan maksud akan disambung dengan kayu lain yang telah disiapkan. Ketika itulah listrik "turun" karena tidak mampu menahan beban. Gergaji dia letakkan di atas sebuah CPU tidak terpakai yang ada di atas meja dekat dengan tempatnya bekerja. Dia menyuruh Hanif, anak laki-laki yang membantunya untuk menghidupkan listrik yang letaknya sekitar 50 meter dari tempatnya bekerja. Sementara itu dia jongkok untuk sesuatu keperluan. Ketika listrik menyala spontan gergaji yang ternyata masih dalam posisi on itu melesat dan jatuh di bagian belakang kepalanya. Dalam kondisi "mandi darah" dia sempat membonceng anaknya ke PUSKESMAS Sragi yang jaraknya sekitar 6 km. Di PUSKESMAS inilah beliau mulai merasa pusing dan limbung hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Kraton, Pekalongan yang jaraknya sekitar 15 km. Setelah itu beliau dirawat di ruang ICU dalam keadaan tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia pada pukul 20.00 WIB. Belau meninggalkan satu istri (Hj. Sri Anisah), empat orang anak, dan satu menantu. Bukan hanya keluarga yang merasa kehilangan. Keluarga besar SDN 03 Tengengwetan (Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan) dan seluruh masyarakat di sekitarnya merasa kehilangan. Karena beliau selama tinggal di Dk. Cangkring (dekat dengan sekolahnya) tidak pernah bermasalah dengan tetangga maupun teman kerja, bahkan beliau dikenal suka menolong tetangga dan teman yang membutuhkan bantuan. Selain itu beliau juga aktif di masyarakat, membina organisasi pemuda IRISCA (Ikatan Remaja Islam Cangkring), mendirikan TPQ dan TK, bahkan ikut mendorong anak-anak putus sekolah di sekitarnya untuk dimasukkan di SMP Terbuka. Selamat Jalan Pak Guru, Selamat Tidur dengan tenang di Sisi-Nya. Jasamu akan selalu kami kenang.