У нас вы можете посмотреть бесплатно Makin Mesra! Iran Dapat Suplai Propelan dari China, Sinyal Perang Besar Lawan AS Makin Nyata? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNJAKARTA.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, semakin menampakkan niatnya untuk menyerang Iran, baik dengan dalil atau tanpa alasan. Pada Kamis (22/1/2026), Trump kembali mengancam Iran dengan mengatakan kalau "kekuatan besar" tengah menuju ke kawasan Teluk, merujuk pada armada kapal induk berikut unit-unit serang pendukungnya. Trump mengatakan kalau Washington mengawasi Iran secara cermat meski Teheran telah menangguhkan eksekusi yang direncanakan terhadap para demonstran di tengah tindakan keras pemerintahnya. Awalnya, Trump mengancam Iran karena alasan itu, saat para demonstrans anti-rezim Iran saat ini, ditindak secara represif, mengakibatkan setidaknya lima ribu jiwa, termasuk aparat keamanan, kehilangan nyawa dalam kerusuhan yang berlangsung lebih dari sepekan tersebut. Trump kini berganti alasan untuk membenarkan rencana AS menyerang Iran dengan mengatakan, "Saatnya Iran berganti rezim", menegaskan kalau dia ingin melengserkan pemimpin tertinggi Iran saat ini, Ayatollah Khamenei. Menurut para analis dan pakar pertahanan, Iran memiliki kemampuan pertahanan yang memadai, terutama sistem rudal yang sebagian besar telah membuktikan kemampuannya dalam konflik dengan Israel pada Juni tahun lalu. Dari ratusan rudal yang diluncurkan ke Israel pada bulan Juni, puluhan di antaranya menembus pertahanan udara Israel yang disebut Iron Dome, menewaskan warga sipil. Meskipun sistem rudal jarak menengah Iran dihantam keras oleh serangan Israel, persenjataan rudal balistik jarak pendeknya – senjata yang paling mampu menyerang target AS dan negara-negara Teluk – tidak mengalami kerusakan besar. Kini, Iran semakin fokus pada pembangunan kembali program rudalnya, di mana mereka mengimpor prekursor kimia dari China untuk memproduksi propelan bahan bakar padat. Propelan merupakan campuran bahan kimia yang berfungsi sebagai penghasil panas tinggi yang menimbulkan daya dorong pada rudal, roket, atau amunisi. Sumber: https://www.tribunnews.com/internasio... Editor Video : Megan Febry Wibowo Uploader: Dimas HayyuAsa Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: YouTube: / @tribunjakarta Facebook: https://www.facebook.com/profile.php?... Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7... TikTok: https://www.tiktok.com/@tribun.jakart... Instagram: / tribunjakarta