У нас вы можете посмотреть бесплатно Terungkap Sosok Pelapor Pedagang Es Gabus, Dari Laporan 110 hingga Viral Diintimidasi или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Kasus intimidasi terhadap pedagang es gabus Suderajat (49) oleh oknum aparat masih menyita perhatian publik. Suderajat sebelumnya menjadi sorotan setelah dituduh menjual es gabus berbahan spons, tuduhan yang belakangan terbukti tidak benar. Belakangan terungkap, sosok yang pertama kali melaporkan Suderajat ke kepolisian adalah seorang pria bernama M. Arief Fadillah. Berdasarkan penelusuran, Arief merupakan pria kelahiran 1983 atau berusia 43 tahun yang berprofesi sebagai wiraswasta dan tercatat sebagai warga Utan Panjang III, Kemayoran, Jakarta Pusat. Arief diketahui menghubungi layanan call center Polri 110 pada Sabtu (24/1/2026) untuk melaporkan dugaan bahwa es gabus yang dijual Suderajat terbuat dari bahan spons. Sebelum melakukan laporan tersebut, Arief sempat membeli es gabus dari Suderajat. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian. Berdasarkan keterangan resmi Polri, layanan Contact Center 110 memang disediakan untuk menampung laporan masyarakat terkait keamanan dan ketertiban, sekaligus mencatat setiap interaksi antara polisi dan warga melalui sistem aplikasi khusus. Suderajat Mengaku Dipermalukan dan Dianiaya Suderajat mengungkapkan kronologi saat dirinya didatangi aparat pada hari yang sama di kawasan Utan Panjang, Kemayoran. Ia menyebut awalnya didatangi seorang pembeli yang belakangan diketahui sebagai aparat. Es gabus yang dibeli tersebut tidak dikonsumsi, melainkan diremas dan dilempar ke arahnya karena diduga dianggap berbahan spons. Suderajat mengaku mengalami perlakuan kasar, termasuk tindakan fisik dan intimidasi. Ia menyebut dirinya diperlakukan secara tidak manusiawi, dipaksa mengangkat kaki, dipukul menggunakan selang air, serta dikeroyok oleh sekitar sepuluh orang di lokasi kejadian. (*) Penulis: Fachri Mahayupa Sumber: Tribunnews.com Editor Video: Wahyu Triono