У нас вы можете посмотреть бесплатно TPNPB OPM Klaim Bertanggungjawab Atas Penembakan Pilot, Sebut Lokasi Zona Perang или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#rino Video Editor : Rino Syahril Komandan Operasi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI, Kopi Tua Heluka, bersama Komandan Batalion Peres Marom, secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian aksi kekerasan di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel. Pengakuan tersebut disampaikan melalui pesan video yang beredar pada Selasa, 11 Februari 2026, dan diterima media ini pada Kamis, 12 Februari. Dalam video itu, Heluka menyatakan wilayah Korowai telah ditetapkan sebagai medan perang oleh kelompoknya. “Penembakan buruh, serangan terhadap pilot, dan pembakaran pesawat itu benar perintah saya,” ujar Heluka dalam pernyataannya. Ia mengaku siap bertanggung jawab atas seluruh tindakan yang dilakukan pasukannya. Namun, di saat yang sama, Heluka meminta aparat keamanan tidak menjadikan masyarakat sipil sebagai sasaran dalam penegakan hukum. “Kalau mau cari pelaku, cari saya dan pasukan saya. Jangan cari masyarakat dan orang tua yang tidak tahu apa-apa,” katanya. Selain mengklaim aksi kekerasan, Heluka juga menyampaikan sikap politik kelompoknya. Ia menegaskan perjuangan TPNPB, menurut versinya, tidak berkaitan dengan pembangunan infrastruktur maupun bantuan ekonomi dari pemerintah. “Kami murni minta pengakuan,” ucapnya. Heluka bahkan mengimbau warga di wilayah yang diklaim sebagai zona konflik untuk mengosongkan daerah tersebut. Ia menegaskan pasukannya siap menghadapi operasi keamanan yang dilakukan aparat. Klaim ini memicu kekhawatiran serius, terutama karena serangan kelompok bersenjata disebut menyasar warga sipil dan fasilitas penerbangan yang selama ini menjadi akses vital masyarakat pedalaman Papua. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukamito, membenarkan bahwa pesawat Smart Air registrasi PK-SNR jenis Cessna Grand Caravan ditembaki oleh orang tak dikenal saat mendarat di Bandara Korowai Batu, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Rabu, 11 Februari 2026, sekitar pukul 11.00–11.05 WIT. “Pesawat tersebut melayani rute Bandar Udara Tanah Merah menuju Korowai Batu. Saat proses pendaratan berlangsung, tembakan dilepaskan ke arah pesawat sehingga menimbulkan kepanikan di dalam kabin,” jelas Cahyo. Akibat insiden tersebut, pilot Kapten Egon Irawan dan co-pilot Baskoro dilaporkan tewas setelah diduga dikejar dan ditembak pelaku di area sekitar lapangan terbang hingga ke hutan di sekitar lokasi. Sementara itu, sebanyak 13 penumpang, termasuk seorang bayi, dilaporkan selamat setelah menyelamatkan diri dan bersembunyi di dalam hutan. Sumber Video Facebook/Ruben Wakla Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: YouTube: / @tribunpekanbaruofficial Facebook: / tribunpekanbarufanspage Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ... TikTok: / tribunpekanbaru Instagram: / @tribunpekanbaru