У нас вы можете посмотреть бесплатно Inilah keunggulan budidaya Jeruk Nipis, mudah dan hasil berlimpah или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur merupakan salah satu sentra penghasil jeruk nipis terbesar di Gresik. Mayoritas warga di Desa Kebonagung merupakan petani jeruk nipis dan luas lahan kebun jeruk mencapai 80 hektar lebih. Tak hanya ditanam di ladang, warga juga menaman tanaman jeruk nipis di pekarangan rumahnya masing-masing. Salah satu alasan warga membudidayakan tanaman jeruk nipis adalah bibit jeruk nipis yang tergolong cukup murah dan perawatannya juga cenderung begitu mudah. Bahkan, petani hanya menggunakan pupuk kandang yang dibuat sendiri dari kotoran sapi maupun ayam. Panen dapat dilakukan 1 minggu sekali karena buahnya melimpah. Harganya bisa mencapai 23 ribu perkilogram. Sekali panen petani dapat penghasilan 600 ribu perkwintal. Salah seorang petani jeruk nipis Desa Kebonagung, Mulyono mengungkap keunggulan membudidaya jeruk nipis yang telah ia rintis sejak 2014. Untuk modal menamam jeruk nipis, Mulyono mendapat mendapat bibit dari luar daerah yakni Blitar dan Tulungagung. Satu pohon bibit jeruk nipis dihargai 8000 rupiah. Dalam lahan 4 hektar, rata-rata penghasilannya sangat memuaskan. Satu pohon jeruk nipis yang ditanam menghasilkan satu kilogram dengan masa panen satu seminggu sekali. Umur pohon dua tahun bisa menghasilkan 1 Kilogram sekali panen dengan panen sebulan 4 kali. Selama ini, pasar menyerap habis jeruk nipis dari petani. Jeruk nipis dikirim ke pasar di Surabaya dan Lamongan serta sejumlah pasar di Jawa Tengah bahkan di ekspor ke Malaysia. Kepala Desa Kebonagung Nur Khozin menjelaskan, jeruk nipis untuk saat ini memang menjadi tulang punggung pendapatan warganya. Sebab, dari 1.400 warga Desa Kebonagung, sekitar 90 persen merupakan petani dan saat ini membudidayakan jeruk nipis. Akhir tahun 2017, jeruk nipis yang dibudidayakan oleh warga Desa Kebonagung secara resmi terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Langkah pendaftaran itu sebagai bentuk upaya menjaga kelestarian sumber daya genetik dan ciri khas tanaman yang berasal dari Kabupaten Gresik. Setelah resmi terdaftar, komoditas jeruk nipis menjadi varietas unggulan lokal akan terus dipelihara serta dikembangkan. ( ide kreatif )