У нас вы можете посмотреть бесплатно DI BAWAH PANDANGAN RAHMAT или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
DI BAWAH PANDANGAN RAHMAT #BANI313 #WTQ313 Allah tidak pernah berkurang oleh langkah hamba yang berpaling. Jalan-Nya tetap terbentang, cahaya-Nya tidak retak meski tak semua kaki bersedia menapakinya. Yang menjauh bukan Allah, melainkan hati yang sibuk menimbang dunia lebih berat dari kebenaran. Rasulullah ﷺ tidak pernah kehilangan kemuliaan oleh umat yang lupa bershalawat, oleh dada yang kering dari adab, oleh cinta yang ingin hasil tanpa mau dituntun. Risalah telah sempurna, dan cahaya kenabian tidak redup oleh ingkar manusia. Yang merugi hanyalah jiwa yang menutup pintu kasih dengan kelalaiannya sendiri. Seorang guru pun tidak pernah miskin oleh murid yang malas hadir, yang menunda majelis demi urusan yang selalu terasa penting. Guru berdiri bukan untuk dikunjungi, melainkan untuk menunjuk arah bagi siapa pun yang sungguh ingin berjalan. Ia tidak mengejar murid, sebab jalan tidak mengejar pejalan. Dan sungguh, yang benar-benar merugi adalah mereka yang tidak mendapatkan Pandangan Rahmat Allah dalam kasih sayang Rasul-Nya, karena enggan merendah di bawah bimbingan guru yang sebenarnya telah mereka yakini. Bukan karena rahmat menjauh, tetapi karena adab ditinggalkan. Bukan karena pintu tertutup, tetapi karena hati enggan mengetuk. Rahmat Allah turun kepada yang bersedia tunduk, kasih Rasulullah mengalir kepada yang menjaga adab, dan bimbingan guru berbuah pada jiwa yang setia hadir. Barang siapa datang dengan sombong, ia pulang dengan kosong. Barang siapa datang dengan alasan, ia tinggal di tempat semula. Namun siapa yang datang dengan rindu, meski tak membawa apa-apa, ia pulang membawa cahaya yang tak bisa dijelaskan dengan kata. Maka berbahagialah mereka yang duduk dalam majelis tanpa merasa layak, yang berjalan di jalan tanpa merasa sampai, yang belajar tanpa merasa lebih tahu. Sebab Pandangan Rahmat Allah tidak jatuh kepada yang merasa cukup, melainkan kepada yang berserah sepenuhnya. Dan di situlah, tanpa gemuruh dan tanda, jiwa dikenali, cinta disempurnakan, dan jalan menjadi pulang.