У нас вы можете посмотреть бесплатно Apakah Tuhan Fakta atau Imajinasi Manusia? | OPINI | AlQuraan Visual или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Bagaimana cara kita menemukan Tuhan? ____ ____ _____ APAKAH TUHAN SEBUAH FAKTA ATAUKAH SEBUAH IMAJINASI MANUSIA? Sampai sejauh ini topik tentang keberadaan tuhan masih menjadi sebuah perdebatan. Apakah kita bisa mengabaikannya? Ataukah pada akhirnya kita tetap harus memilih? Di zaman modern ini, di saat kita akan lepas landas ke peradaban yang lebih canggih. Mungkinkah pembahasan tentang Tuhan masih relevan? Bukankah pembahasan tentang Tuhan seringkali hanya memicu perdebatan kusir? Masihkah kita membutuhkan Tuhan? Padahal kita sudah memulai eksplorasi galaksi lain. Seakan tidak akan yang bisa membatasi langkah manusia menggali segala hal yang ada dalam alam semesta. Bukankah Tuhan hanya sebuah imajinasi manusia saat teknologi masih sederhana? Ketika manusia belum banyak mengetahui tentang rahasia semesta. Sehingga kehidupan terasa begitu mencekam. Saat manusia membutuhkan kekuatan di luar diri mereka untuk melancarkan segala urusan mereka. Karena bencana alam dan penyakit terasa seakan kekuatan sihir yang tak terkendali. Mereka tak mampu berbuat apapun untuk mengatasinya. Kita lupa jika sampai sekarang kita bahkan belum bisa mencapai teknologi yang sama yang telah diraih bangsa besar sebelumnya. Kita pikir mereka terbelakang tapi mengulangi teknologi mereka dalam membangun bangunan-bangunan besar pun kita tak mampu. Tuhan adalah F A K T A. Iya, Dia sendiri yang menyampaikan melalui para Rasul dan Nabi-Nya dan tercatat dalam kitab suci yang berisikan perkataan Tuhan. Jika kita mengabaikan tentang fakta ini, lalu siapa mereka? Para pembohong kah? Mengapa jumlah mereka cukup banyak dan datang beruntun? Kita tidak akan menemukan Tuhan dengan perdebatan. Kita pikir dengan terus mendebat para pembawa pesan tuhan yang menyampaikan isi kitab suci kita bisa menemukan kebenaran. Mereka bukan utusan Tuhan mereka hanya penyampai perkataaan Tuhan. Bahkan kadang mereka tidak sungguh-sungguh memahami apa yang mereka sampaikan. Kita tidak akan menemukan Tuhan hanya dengan sekadar mereka-reka dengan pikiran. Sikap kita dalam berpikir akan sangat menentukan apakah kita akan menemukan kebenaran atau tidak. Kita dapat menemukan Tuhan dengan merasa, melihat, mendengar. Jika kita menjalani kehidupan sehari-hari dengan kesadaran. Kita akan menemukan hal-hal kecil yang indah dalam keseharian kehidupan kita. Kita dapat menemukan Tuhan dengan merasa, melihat, mendengar. Kita akan menemukan begitu banyak keajaiban dalam kehidupan sekitar kita juga diseluruh penjuru alam semesta. Kita dapat menemukan Tuhan dengan merasa, melihat, mendengar. Kita akan menemukan begitu banyak campur tangan Tuhan dalam kehidupan sosial manusia. Juga Dia mengatur urusan personal setiap manusia termasuk diri kita sendiri. Kita dapat menemukan Tuhan jika berpikir dengan mendalam Semua hal yang ada dalam kehidupan ini harus direnungkan dengan seksama. Begitu banyak hal yang tidak kita pahami. Apakah kita tak ingin mencari jawaban dari semua kebingungan itu. Kita dapat menemukan Tuhan jika mempelajari ilmu dengan seksama. Bukankah di dunia ini begitu banyak ilmu yang tidak kita ketahui apalagi kita pahami. Mengapa kita tidak mencoba mempelajari dengan seksama ilmu-ilmu itu? Agar kita bisa menyingkapkan rahasia kehidupan. Kita dapat menemukan Tuhan jika membandingkan berbagai literatur bahkan kitab suci. Karena tentu saja tidak semua manusia berkata yang benar dan akurat agar kita bisa menegakkan mana yang fakta mana yang hoa. Bahkan yang dianggap kitab suci pun tidak selalu akurat. Maka kita harus menelaah lebih jauh mana yang asli dari Tuhan. Karena sebuah kebenaran adalah suatu yang akan selalu sama dimanapun di dunia. Kebenaran adalah sesuatu yang terus bertahan ada di kehidupan ini. Tidak mudah menemukan TUHAN karena TUHAN adalah F A K T A yang tidak terlihat. Sesuatu yang tidak terlihat jelas belum tentu tidak ada. Listrik, mikroba, gaya gravitasi bukan kah ada walau tidak terlihat. Dan tidak semua manusia bisa menemukannya. Hanya mereka yang mau sungguh-sungguh menelaah tentang fakta itu semua yang bisa menemukannya. Menemukan Tuhan membutuhkan optimasi semua indera kita sebagai manusia juga pikiran yang mendalam didasarkan ilmu-ilmu yang akurat. Kita harus fokus dan yakin bisa menemukan kebenaran. Kita harus mempercayai intuisi kita tapi juga terus menelaah fakta. Karena Tuhan dalam alquraan berkata. Perumpamaan orang-orang yang kafir adalah yang meneriaki tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. Tuli, bisu, dan buta maka mereka tidak menggunakan akal. QS Al-Baqarah 171 Mereka yang tidak menggunakan akalnya jelas akan mengkafiri dia. Hanya manusia yang mengoptimasi kemampuan akalnya yang bisa menemukan dia. Sekian pembahasan tentang cara mememukan Tuhan yang sungguh bukan hal yang sederhana untuk dijalani. Kita mungkin membutuhkan lebih dari setengah waktu hidup kita untuk menemukan Tuhan. Pada akhirnya kita menyadari Tuhan adalah fakta.