У нас вы можете посмотреть бесплатно Sosok Brigjen Purn Siswandi, Tantang Roy Suryo Sumpah Pocong soal Ijazah Jokowi или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Brigjen Pol (Purn) Siswandi tantang Roy Suryo untuk menjalani sumpah pocong terkait polemik ijazah Joko Widodo (Jokowi). Dia juga bersedia menyumbangkan dana untuk keperluan Roy Suryo sumpah pocong. "Berani enggak, ayo Mas Roy sumpah pocong. Anda kan hebat, keras ngelawan. Saya akan datang kalau anda sumpah pocong," demikian kutipan tantangan Siswandi yang kini viral, dikutip dari Tribunnews.com. Sumpah pocong adalah sebuah tradisi terutama masyarakat Jawa yang beragama Islam untuk membuktikan kebenaran atas suatu tuduhan dengan cara membungkus diri dengan kain kafan seperti jenazah dan bersumpah dengan keyakinan adanya hukuman atau laknat dari Tuhan jika berbohong. Sumpah pocong yang sering dilakukan sebagai solusi/penyelesaian sengketa, krisis kecurigaan atau kepercayaan satu pihak terhadap pihak lainnya. Brigjen Siswandi Buka-bukaan 4 Artis Diburu terkait Kasus Nunung, Ada Presenter? Mengejutkan Brigjen Siswandi Sebagai bentuk keseriusan, Siswandi menantang Roy Suryo untuk menempuh jalur kearifan lokal yang dikenal memiliki konsekuensi spiritual berat, yakni sumpah pocong. Tradisi ini biasanya menjadi jalan terakhir dalam konflik kepercayaan di masyarakat Jawa saat pembuktian rasional menemui jalan buntu. "Berani enggak, ayo Mas Roy sumpah pocong. Anda kan hebat, keras ngelawan. Saya akan datang kalau anda sumpah pocong. Saya akan nyumbang anggaran secukupnya untuk melaksanakan sumpah pocong," tegas Siswandi (23/1/2026). Editor: Djohan Nur Uploader: Djohan Nur