У нас вы можете посмотреть бесплатно MENU MBG BULAN RAMADAN JADI SOROTAN, BEGINI KOMENTAR SRI SULTAN или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
MENU MBG BULAN RAMADAN JADI SOROTAN, BEGINI KOMENTAR SRI SULTAN Program Makan Bergizi Gratis yang digulirkan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tengah menjadi sorotan publik. Niat untuk menyediakan asupan gizi yang layak bagi para siswa harus berhadapan dengan realitas di lapangan. Beberapa waktu terakhir, muncul keluhan dari masyarakat terkait tampilan dan komposisi menu kering yang dibagikan selama bulan Ramadan, yang dinilai kurang memenuhi ekspektasi kelayakan gizi. Keresahan ini bermula dan mencuat luas setelah sejumlah keluhan warganet viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut, publik menyoroti pembagian paket MBG di berbagai wilayah di Yogyakarta yang secara visual lebih menyerupai kotak kudapan untuk rapat ketimbang makanan padat gizi. Dari berbagai foto yang beredar di linimasa, paket makanan tersebut hanya berisi telur rebus, buah seperti salak atau jeruk, onde-onde, aneka gorengan, roti keju, susu kotak, kurma, dan bahkan keripik tempe. Modifikasi menu menjadi bentuk kering ini diketahui dilakukan sebagai bentuk penyesuaian. Mengingat para siswa sedang menjalankan ibadah puasa, makanan sengaja dibagikan dalam bentuk kering agar dapat dibawa pulang dengan praktis untuk menu berbuka. Namun, modifikasi tersebut memunculkan tanda tanya besar mengenai standar gizi dan nilai paket yang diterima siswa. Merespons dinamika dan keresahan publik yang terus berkembang, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X segera mengambil langkah evaluasi. Dalam keterangannya hari Kamis 26 Februari 2026 kemarin, Sultan menegaskan bahwa dirinya sudah meminta sekretaris daerah untuk memanggil penanggung jawab MBG. Sultan menekankan bahwa program ini harus berjalan dengan akuntabilitas yang jelas, baik dari sisi kualitas gizi maupun transparansi nilai barang. Sri Sultan juga meminta adanya evaluasi menyeluruh agar asumsi-asumsi liar di tengah masyarakat dapat diredam dengan fakta yang terang. Terutama soal transparansi rincian menu dan harga sehingga bisa menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG ini. (*) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Penulis : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Host : Noristera Editor : Afiffudin Uploader : Afiffudin Sumber : Tribun Jogja Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru