У нас вы можете посмотреть бесплатно Apakah Benar Perjamuan Malam Terakhir terjadi hari Kamis? Apa buktinya? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Mengapa Gereja Katolik Menyebut Perjamuan Malam Terakhir sebagai Hari Kamis? Dasar Kitab Suci dan Teologisnya** Pertanyaan ini sering muncul: Jika menurut kalender Yahudi hari dimulai sejak matahari terbenam, dan Perjamuan Malam Terakhir terjadi pada malam hari, mengapa Gereja Katolik tetap menyebutnya Kamis, bukan Jumat? Jawabannya bukan sekadar soal nama hari, melainkan menyangkut kesaksian Kitab Suci dan cara Gereja memahami misteri keselamatan. 1. Kitab Suci Menegaskan: Perjamuan Terjadi Sebelum Hari Penyaliban Keempat Injil sepakat bahwa: Perjamuan Malam Terakhir terjadi sebelum Yesus disalibkan Penyaliban terjadi pada hari persiapan Sabat Injil Markus menyatakan dengan sangat jelas: “Hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat.” (Markus 15:42) Sabat adalah hari Sabtu. Maka hari persiapannya adalah Jumat. Artinya: Yesus wafat pada hari Jumat Perjamuan Malam Terakhir terjadi pada hari sebelumnya Hari sebelum Jumat adalah hari Kamis. Inilah dasar biblis paling sederhana dan paling kuat. 2. Injil Menunjukkan Urutan Waktu yang Jelas Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas) menampilkan urutan peristiwa yang runtut: Yesus makan Perjamuan Terakhir bersama para murid Setelah itu Ia pergi ke Taman Getsemani Yesus ditangkap pada malam hari Diadili pada malam dan pagi hari Disalibkan dan wafat pada hari persiapan Sabat Injil Lukas menulis: “Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama rasul-rasul-Nya.” (Lukas 22:14) Kata “ketika tiba saatnya” menunjuk pada waktu yang sudah ditentukan sebelum sengsara, bukan saat penyaliban itu sendiri. Secara naratif Kitab Suci: Perjamuan mendahului sengsara Maka ia ditempatkan pada hari sebelumnya 3. Tradisi Biblis: Peristiwa Malam Tetap Dihubungkan dengan Hari Sebelumnya Walaupun kalender Yahudi menghitung hari sejak matahari terbenam, Kitab Suci sendiri tidak selalu menyebut hari berdasarkan hitungan teknis kalender, melainkan berdasarkan rangkaian peristiwa utama. Contohnya: Penangkapan Yesus terjadi malam hari Tetapi Injil tetap menghubungkannya dengan hari wafat yang menyusul Gereja mengikuti logika Kitab Suci ini, yaitu mengaitkan peristiwa malam dengan hari utama yang mengikutinya secara makna, bukan semata-mata hitungan astronomis. Karena itu: Perjamuan → ditempatkan pada hari sebelum wafat Wafat → ditempatkan pada hari Jumat 4. Dasar Teologis: Kamis sebagai Hari Pemberian Diri, Bukan Hari Kurban Salib Secara teologis, Gereja melihat Perjamuan Malam Terakhir sebagai: Hari pemberian diri Yesus secara sakramental Pendahuluan kurban salib, bukan kurban itu sendiri Yesus berkata: “Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu.” (Lukas 22:19) Kata “diserahkan” menunjuk pada peristiwa yang akan terjadi, bukan yang sedang berlangsung. Dengan demikian: Kamis → hari penetapan Ekaristi dan Imamat Jumat → hari penggenapan kurban di salib Gereja secara sadar memisahkan kedua hari ini agar misteri iman dipahami secara utuh dan tidak bercampur. 5. Gereja Setia pada Kesaksian Apostolik Santo Paulus, dalam suratnya kepada jemaat Korintus, menulis: “Pada malam waktu Ia diserahkan, Tuhan Yesus mengambil roti…” (1 Korintus 11:23) Ungkapan “malam waktu Ia diserahkan” menunjukkan: Malam itu belum hari wafat Itu adalah malam sebelum sengsara memuncak Gereja menerima kesaksian apostolik ini apa adanya, dan menempatkan Perjamuan pada hari yang mendahului wafat Kristus. 6. Kesimpulan Biblis dan Teologis Gereja Katolik menyebut Perjamuan Malam Terakhir sebagai peristiwa hari Kamis karena: Kitab Suci dengan jelas menyatakan bahwa Yesus wafat pada hari Jumat Perjamuan terjadi sebelum hari wafat, maka secara logis pada hari Kamis Secara teologis, Perjamuan adalah pendahuluan sakramental, bukan kurban salib Gereja setia pada urutan peristiwa sebagaimana disaksikan oleh para rasul Kamis Putih bukan sekadar nama hari, melainkan penegasan iman bahwa kasih Kristus mendahului penderitaan-Nya. #KamisPutih #PerjamuanMalamTerakhir #HolyThursday #MaundyThursday #TriduumPaskah #PekanSuci #PaskahKatolik #JumatAgung #SabatSuci #KebangkitanKristus #GerejaKatolik #ImanKatolik #KatolikIndonesia #UmatKatolik #KatolikMuda #KatolikMilenial #KontenKatolik #YouTubeKatolik #KitabSuci #AlkitabKatolik #Injil #InjilMarkus #InjilLukas #InjilMatius #InjilYohanes #1Korintus11 #Markus1542 #Lukas2214 #TeologiKatolik #DasarBiblis #DasarTeologis #AjaranGereja #TradisiGereja #MagisteriumGereja #KesaksianApostolik #LiturgiKatolik #LiturgiKamisPutih #LiturgiPaskah #KalenderLiturgi #Ekaristi #SakramenEkaristi #ImamatKatolik #MisaKamisPutih #MisaKatolik #YesusKristus #SengsaraYesus #SalibKristus #KasihKristus #KorbanSalib #PenebusanDosa #Keselamatan #Katekese #KatekeseKatolik #BelajarKatolik #BelajarIman #PendalamanIman #EdukasiIman #RenunganKatolik #RefleksiKatolik #SejarahGereja #TradisiYahudi #KalenderYahudi #SejarahAlkitab #StudiAlkitab #StudiTeologi #ImanKristen #KristenKatolik #YesusTuhan #AllahMahakasih #MisteriIman #ImanDanAkal