У нас вы можете посмотреть бесплатно SAKSI KATA : Kabar Musibah dari Teman SD, Istri Sirajuddin di Luwu Kapal Mussafah 2 Terbakar или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral #saksikata #kabar #musibah #temansd #luwu #kapal #mussafah Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Selain Capten Miswar Maturusi (50), Chief Engineer Kapal Mussafah 2 yang mengalami insiden di Selat Hormuz tercatat sebagai warga Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Dia adalah Sirajuddin, warga Desa Temboe, Kecamatan Larompong Selatan. Kabar meledaknya kapal milik perusahaan Abu Dhabi Ports di Selat Hormuz menyisakan kecemasan mendalam bagi keluarga Sirajuddin. Rumah Sirajuddin berhadapan persis berhadapan dengan Kantor Desa Temboe, jaraknya sekitar 30 menit dari Ibukota Luwu, Kota Belopa. Sri Dwi Aisyah, mengaku komunikasi dengan suaminya putus pada Kamis (5/3/2026). Itu sekaligus menjadi memori yang terus terngiang di benak keluarga kecilnya. Sirajuddin memiliki dua anak perempuan. Anak pertamanya diberi nama Najwa Ajlea dan yang kedua Azkaira Nur Malaika. Dalam percakapan telepon terakhirnya, Sirajuddin berpamitan kepada istrinya karena akan menarik kapal ke Selat Hormuz. Ia pun sempat memperingatkan, komunikasi akan terputus karena tak adanya jaringan. "Hari Kamis itu dia bilang, 'Ma, sehari mau perjalanan, tidak ada sinyal karena mau berlayar tarik kapal ke Selat Hormuz'. Dia juga sempat video call dengan anaknya yang kecil," ungkap Sri Dwi Aisyah saat ditemui Tribun-Timur.com, di rumahnya yang berada persis di bahu jalan Poros Makassar-Palopo, Senin (9/3/2026) sekitar pukul 16.51 Wita sore. Menurut Sri, kepada putri bungsunya, Sirajuddin meninggalkan pesan menyentuh. "Kalau Mama salat, ikut juga salat ya," ujar Sri dengan lirih sambil menahan tangis. Ia menambahkan, informasi akan adanya insiden yang dialami Kapal Mussafah 2 di Selat Hormuz ia dapati dari teman sekolah suaminya. "Teman SD-nya datang tanya, benerkah nama suami ta Sirajuddin? Pas saya bilang, iya benar, dia bilang 'Sabar ya Bu, ada musibah'," tuturnya. Menurut Sri, pihak keluarga kini terus memantau informasi dari KBRI. Informasi terakhir menyebutkan bahwa proses pencarian masih berlangsung. Sri berharap pihak perusahaan Abu Dhabi Ports bertanggung jawab penuh dan pencarian tidak dihentikan hingga suaminya ditemukan. "Harapan saya dia selamat dan cepat ditemukan dalam keadaan baik-baik saja. Harus dicari terus sampai dapat," tegas Sri. Kepala Desa Temboe, Abdul Azis, menerangkan Sirajuddin merupakan orang yang aktif bersosialisasi dengan masyarakat. Setiap kali pulang ke kampung halaman, Sirajuddin selalu menyempatkan waktu untuk bermain bola di lapangan yang berada di depan rumahnya. "Kalau ada anak-anak minta sumbangan untuk urusan bola, pasti dikasih. Dia aktif bersosialisasi ke masyarakat," ujarnya. Kata Abdul Azis, istri Sirajuddin langsung datang ke rumahnya begitu kabar insiden Kapal Mussafah 2 diterima. "Waktu itu hari Jumat, langsung saya sampaikan di Masjid Temboe, untuk jemaah, sempatkan mengirim doa untuk keselamatan keluarga kita," tandasnya. Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyampaikan, insiden tersebut terjadi pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Lokasinya berada di perairan Selat Hormuz, di antara wilayah Persatuan Emirat Arab (PEA) dan Oman. Informasi awal mengenai kejadian itu diterima Kemlu melalui Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi dan Muscat. “Pada 6 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat menerima laporan terkait insiden yang menimpa satu tugboat bernama Musafa II berbendera Persatuan Emirat Arab,” demikian pernyataan resmi Yvonne yang dikutip Senin (9/3/2026). Kapal Mussafah II diketahui memiliki tujuh awak kapal, termasuk empat WNI anak buah kapal (ABK), serta membawa enam teknisi, di antaranya satu WNI. Saat kejadian, kapal tersebut sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safin Prestis yang mengalami kerusakan. “Berdasarkan saksi mata, Musafa II mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar. Pada saat kejadian, empat WNI ABK berada di kapal Musafa II dan satu WNI teknisi sedang berada di kapal kontainer Safin Prestis,” lanjutnya. Reporter: Muh Sauki Maulana Editor Video : Sanovra J. R Narator : Rasni Gani (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur