У нас вы можете посмотреть бесплатно Di Solo, Ketua Relawan Jokowi Tuding Ijazah Rismon Palsu, Pertanyakan Kemampuan Berbahasa Jepang или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
TRIBUNSOLO.COM - Jumat, 6 Maret 2026, suasana di kediaman mantan Presiden Jokowi mendadak riuh. Andi Azwan, Ketua Joman Nusantara Bersatu, melemparkan sebuah bom informasi yang mengguncang publik. Fokusnya bukan pada kesaksian Rismon di sidang, melainkan pada masa lalunya di Jepang. Andi mengungkapkan sebuah kejanggalan yang menurutnya sangat mendasar bagi seorang lulusan Universitas Yamaguchi, yaitu bahasa. Kalau mendapat beasiswa ke Jepang biasanya S2 plus S3. Minimal pasti dia harus bisa Bahasa Jepang standar N5 atau N4 bahasa sehari-hari untuk bersosialisasi. Kenyataannya tidak," ungkap Andi dengan nada heran. Bagi Andi, mustahil seseorang bisa menempuh studi bertahun-tahun di universitas negeri di Jepang tanpa mampu menguasai kosakata dasar untuk sekadar menyapa tetangga atau membeli makan. Tudingan Andi tidak berhenti pada soal kemahiran bahasa. Ia melangkah lebih jauh ke ranah kriminal. Ada dugaan kuat bahwa Rismon tidak pernah benar-benar lulus dari Yamaguchi Daigaku. Bukan sekadar drop out (DO) biasa, Andi mencurigai adanya skenario gelap di balik kegagalan studi tersebut. Mengingat penerima beasiswa Monbukagakusho (MEXT) biasanya wajib mengembalikan dana jika gagal, Rismon diduga mengambil langkah ekstrem. Poin-poin krusial yang diungkapkan Andi : 1. Status Akademik: Diduga terdaftar di program beasiswa namun tidak pernah dinyatakan lulus. 2. Surat Kematian Palsu: Muncul dugaan manipulasi data kematian untuk menghindari kewajiban membayar ganti rugi beasiswa kepada pemerintah Jepang. 3. Ketidaksesuaian Data: Pencarian mandiri terhadap jejak kelulusan Rismon di jurusan Teknik Elektro Universitas Yamaguchi disebut tidak membuahkan hasil. Kasus ini menciptakan ironi yang tajam. Selama ini, publik mengenal Rismon sebagai sosok yang vokal membedah keaslian dokumen orang lain. Namun kini, Andi menilai Rismon sedang terjebak dalam permainannya sendiri. "Kalau ingin mengulak-alik ijazah seseorang, mestinya kita bertanya: kamu punya ijazah tidak? Selama ini publik terkecoh," tegas Andi. Upaya membuktikan dugaan ini bukan sekadar gertakan sambal. Sejak 13 Februari 2026, laporan resmi telah dilayangkan ke Polda Metro Jaya. Tim Andi bahkan mengaku tengah berkorespondensi dengan rekan-rekan di Jepang untuk memvalidasi setiap lembar dokumen yang diklaim milik Rismon. Kini, bola panas berada di tangan penegak hukum. Jika tudingan Andi terbukti benar, maka kasus ijazah Jokowi bukan lagi satu-satunya fokus perhatian publik, melainkan kredibilitas sang ahli itu sendiri yang akan runtuh.