У нас вы можете посмотреть бесплатно "SEKAR DAMAR" | TARI MASKOT | SMA NEGERI 1 PUPUAN | 2025 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
"Sekar Damar" Karya tari kebesaran SMA Negeri 1 Pupuan yang berjudul Sekar Damar ini tercipta berdasarkan proses pemikiran yang sangat panjang. Ide ini hadir berdasarkan situasi empiris, dimana sebelum adanya sekolah ini, berdiri kokoh sebuah pohon yakni pohon damar yang sekarang diperkirakan terletak di Pura Padmasana SMA Negeri 1 Pupuan. Konon katanya pohon damar tersebut memiliki nilai magis yang sangat kuat, walau keberadaannya tidak ada pada saat ini, namun sekarang seolah menjadi ikonik tersendiri. Bermula dari istilah Damar itu sendiri, penata terinspirasi untuk menterjemahkan makna tersebut, dengan mengkolaborasikan dengan Visi Misi SMA Negeri 1 Pupuan dan Widya Paramjyoti. Damar dalam konteks ini dimaknai sebagai sunar/sinar/cahaya, sedangkan Sekar dalam hal ini dimaknai sebagai bunga yang mewakili makna keindahan. Bunga cahaya pengetahuan, sebagai refleksi khazanah intelektual yang menarik dan pemaknaan cahaya sebagai penuntun dalam gelapnya ketidaktahuan. Penata menginterpretasikan kembali bahwa cahaya kehindahan dalam konteks pengetahuan merujuk pada simbolisasi keindahan Dewi Saraswati, serta api spirit Brahma yang melahirkan penciptaan dan pengetahuan. Narasi lirik vokal dalam karya mengagungkan kemuliaan dan keindahan pengetahuan yang berwujud Dewi Saraswati, yang Prabaswara-Nya menjadi pemantik ide garap yang bertajuk “Sekar Damar” Sekar Damar dalam konteks ini merefleksikan wujud cahaya dan keindahan penyatuan Dewa Brahma dan Dewi Saraswati yang menghadirkan suatu penciptaan, pengetahuan, dan budhi yang luhur seyogyanya Widya Paramjyoti dimana diartikan ”Dengan ilmu pengetahuan kita menuju cahaya jati diri sejati ” dimana kalau istilah kekinian ‘Learn to day for a bright future’. Karya tari Sekar Damar terwujud dalam visual gerak tari dengan penggambaran pola tetanganan atau mudra sebagai reinterpretasi simbol penciptaan, dan tendensi idiom musikal yang beranjak dari urip Brahma yang bernilai 9 sebagai reinterpretasi spirit penciptaan dalam ranah pengetahuan, juga sebagai penguat secara konseptual dalam karya. Tari Sekar Damar ini dalam visualnya lebih menonjolkan keagungan, keindahan pengetahuan, serta permainan tetanganan/mudra sebagai simbolisasi pangurip/penghidup. Struktur tari Sekar Damar ini terdiri dari 3 bagian: A. Pangawit: 1. Penggambaran penyatuan Brahma dan Saraswati yang menghadirkan suatu penciptaan pengetahuan. 2. Penggambaran keindahan cahaya pengetahuan layaknya sang Dewi Saraswati. B. Pangawak/Pangadeng: 1. Penggambaran pola-pola tetanganan/mudra, sebagai simbolisasi pangurip/penghidupan. C. Pangecet: 1. Penggambaran harmonisasi ciptaan keindahan, Dewa Brahma dan Dewi Saraswati hadir kembali dikelilingi keindahan cahaya ciptaan-Nya Untuk memperkuat penampilan Tari maskot SMA Negeri 1 Pupuan, Sekar Damar dalam pementasan, maka kostum tarinya dirancang dengan desain yang terinspirasi dari bentuk pohon/getah/ bunga / serta daun Pohon Damar dan tetap memiliki nuansa Bali. Penggunaan kostum tari tersebut, diharapkan dapat mempresentasikan garap bentuk dan garap isi (wujud) dari tari maskot ini, agar menjadi satu kesatuan, serta memberikan kesan visual yang artistik. Secara umum kostum tari yang digunakan adalah kostum tari putri dengan karakter putri halus dan dengan nuansa warna yang tidak terlalu mencolok. Beberapa bagian dari kostum dirancang agar dapat menjadi ciri khas, yaitu untuk hiasan kepala menggunakan jenis gelungan wanita yang dihias dengan dua bancangan yang menyerupai bunga dan daun kayu Damar. Pada bagian dada dihiasi dengan lamak berwarna orange dan kuning untuk menyesuaikan dengan warna logo SMA Negeri 1 Pupuan, serta menggunakan ampok-ampok lalu saput dari penari menggunakan tenun yang berwarna merah gelap sebagai representasi warna getah dari kayu Damar. Dengan demikian, antara ide, gerak, dan visual tarinya dapat memiliki serta pada babak tertentu penari juga akan menggunakan topeng dengan warna coklat kemerahan yang melambangkan purusa dan pradana sebagai simbol Dewa Brahma dan Dewi Saraswati, tujuanya tidak lain untuk penghormatan kepada Beliau sebagai cahaya dalam ketidak tahuan dan sumber dari ilmu pengetahuan sehingga Widya Paramjyoti bisa terwujud. Karya tari Sekar Damar terwujud dalam visual gerak tari dengan penggambaran pola tetanganan atau mudra sebagai reinterpretasi simbol penciptaan, dan tendensi idiom musikal yang beranjak dari urip Brahma yang bernilai 9 sebagai reinterpretasi spirit penciptaan dalam ranah pengetahuan, juga sebagai penguat secara konseptual dalam karya. SEKAR DAMAR Dibawakan oleh Sanggar Senin Tabuh dan Tari Widya Paramjyoti SMA Negeri 1 Pupuan Koregrafer : I Nyoman Agus Hari Sudama Giri, S.Sn., M. Sn Komposer : I Putu Yoga Nandana, S. Sn I Kadek Werdi Saputra, S. Sn Tata Busana/Kostum : I Putu Nanda Lingga Putra, S. Sn., M.sn Diproduksi oleh SMA NEGERI 1 PUPUAN