У нас вы можете посмотреть бесплатно Kesalahan Menjelang Ramadhan | Ustadz Ammi Nur Baits или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
KESALAHAN MENJELANG RAMADHAN Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى 🗓️ Rabu, 28 Februari 2024 🏢 Masjid Al Marhamah, Candi Gebang, Sleman بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Kesalahan ibadah menjelang ramadhan disebabkan karena mengikuti kebiasaan yang tidak ada dasarnya bahkan sampai membuat hadits yang diselewengkan. Setiap perbuatan akan dihisab lahir batin sehingga motivasi latarbelakang melakukan pebuatan harus diperhatikan, عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: «إنَّ الله لا ينْظُرُ إِلى أجْسَامِكُمْ، ولا إِلى صُوَرِكمْ، وَلَكن ينْظُرُ إلى قُلُوبِكمْ وأعمالكم». [صحيح] - [رواه مسلم] Abu Hurairah raḍiyallāhu 'anhu meriwayatkan secara marfū': "Sesungguhnya Allah tidak memandang pada fisik kalian, tidak pula pada bentuk rupa kalian, tetapi Dia memandang pada hati dan amal-amal kalian."(Hadis shahih - Diriwayatkan oleh Muslim) Perbuatan yang sama bisa bernilai beda tergantung dari motivasinya (niat), ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits) Berikut beberapa kesalahan menjelang ramadhan : 1. Bermaafan adalah perbuatan baik, namun jika niatnya merupakan syarat keabsahan & diterimanya puasa ramadhan maka nilainya bisa berbeda karena berdasarkan hadits yang diselewengkan. 2. Mandi besar (padusan) diyakini sebagai syarat puasa ramadhan, padahal sebab mandi besar yang disyariatkan itu adalah ketika Junub (hadats besar) Sebelum Shalat Jumat Orang puasa tidak harus dalam kondisi suci dari hadats kecil maupun hadats besar, dengan ketentuan selama penyebab hadats besar (jima', haid) tidak terjadi saat sedang puasa. Maka harus dibedakan antara sebab junub dengan kondisi junub, jika sebab junub melewati shubuh maka batal puasanya, jika kondisi junub melewati shubuh maka puasanya tidak batal. Dalilnya hadits dari ‘Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhuma, mereka berkata, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ “Nabi ﷺ pernah mendapati waktu fajar (waktu Shubuh) dalam keadaan junub karena bersetubuh dengan istrinya, kemudian beliau ﷺ mandi dan tetap berpuasa.”[2] [2] HR. Bukhari no. 1926. wallahu'alam Youtube : • Kesalahan Menjelang Ramadhan | Ustadz Ammi... Facebook : https://fb.watch/qu7c8bLK0A/ #ramadhan #kesalahan #ibadah #puasa