У нас вы можете посмотреть бесплатно Tidak Percaya Polisi Karna Sosmed❓ Kisah Bambi & Keresahannya | Podcast Baja Ep. 14 - Lahmudin Hafiz или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Tidak semua cerita remaja hanya tentang kenangan masa lalu. Ada juga cerita tentang perubahan zaman, cara berpikir, hingga bagaimana media sosial membentuk pandangan seseorang terhadap dunia di sekitarnya. Di episode Podcast Baja — podcastnya urang Banjar haja kali ini, tamu kami adalah kakak kelas saat sekolah Aliyah di MA Al-Kautsar Satiung, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu. Melalui obrolan santai namun jujur, kami membahas perjalanan hidupnya sejak masa remaja di sekolah dan di kampung, berbagai bentuk kenakalan yang pernah terjadi, hingga bagaimana ia melihat perbedaan karakter anak zaman dulu dan anak zaman sekarang. Perbincangan ini tidak sekadar nostalgia. Kami mencoba melihat lebih dalam perubahan generasi: bagaimana dulu kenakalan remaja sering muncul dalam bentuk fisik seperti berkelahi, sementara sekarang konflik justru lebih sering terjadi lewat kata-kata, komentar, dan interaksi di dunia digital. Di sisi lain, hadirnya teknologi dan kecerdasan buatan juga memunculkan pertanyaan baru: apakah kemudahan yang ada membuat inisiatif, insting, dan daya juang remaja menjadi menurun, atau justru membuka peluang belajar yang lebih luas? Salah satu bagian yang cukup menarik adalah ketika tamu kami bercerita tentang perjalanan hidupnya hingga menikah, sesuatu yang bahkan tidak ia sangka sebelumnya. Teman-temannya pun sempat sulit percaya, karena citra dirinya dulu dikenal cukup tengil dan santai. Dari sini kita belajar bahwa manusia bisa berubah, dan fase hidup sering datang tanpa diduga. Pembahasan kemudian masuk pada topik yang lebih sensitif namun penting: bagaimana algoritma media sosial dapat memengaruhi cara seseorang memandang sebuah institusi, termasuk polisi. Tamu kami menyadari bahwa beranda media sosial yang ia lihat lebih sering menampilkan berita negatif, sehingga tanpa sadar membentuk rasa tidak percaya. Di titik ini, podcast tidak bermaksud menghakimi ataupun membenarkan satu sisi. Justru kami mencoba mengajak penonton berpikir lebih jernih: apakah yang kita lihat di layar benar-benar mewakili kenyataan secara utuh, atau hanya sebagian kecil yang diperkuat oleh algoritma? Obrolan ini menjadi refleksi bahwa di era digital, menjaga keseimbangan informasi dan kejernihan berpikir adalah hal yang sangat penting. Belajar untuk tidak terburu-buru menyimpulkan, tidak mudah terbawa emosi, serta tetap membuka ruang dialog yang sehat. Episode ini bukan untuk memicu kebencian, melainkan untuk: Mengingat kembali dinamika masa remaja Memahami perubahan karakter lintas generasi Menyadari pengaruh besar media sosial terhadap opini Mengajak berpikir kritis namun tetap adil dan tenang Semoga percakapan sederhana ini bisa menjadi bahan renungan bersama, khususnya bagi remaja, orang tua, pendidik, dan siapa pun yang peduli pada arah perubahan generasi hari ini. Jika menurut Anda diskusi seperti ini penting untuk terus dihadirkan: Tekan tombol Like sebagai dukungan Tulis pendapat Anda dengan santun di kolom komentar Subscribe channel Lahmudin Hafiz agar tidak ketinggalan episode berikutnya Bagikan kepada teman, keluarga, atau siapa pun yang perlu sudut pandang baru Terima kasih sudah menjadi bagian dari ruang obrolan yang tenang, jujur, dan penuh refleksi bersama Podcast Baja. Follow sosmed saya : 📩 Email: rahafiz0426@gmail.com 📷 Instagram: @lahmudin_hafiz 🐦 Twitter: @hafizlahmudin 📘 Facebook: Lahmudin Hafiz 🎵 TikTok: @lahmudin.hafiz Hashtag: #PodcastBaja #LahmudinHafiz #Remaja #PerubahanZaman #MediaSosial #Algoritma #OpiniPublik #DiskusiSosial #UrangBanjar #PodcastIndonesia #RefleksiHidup #GenerasiMuda #BerpikirKritis #ObrolanSantai #TanahBumbu