У нас вы можете посмотреть бесплатно Kerja dan Rahasinya или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
• Kerja dan Rahasinya Kerja dan Rahasianya #ApaMungkinAdaOrangBekerjaTanpaPamrih? #ApaYangDimaksudKerjaTanpaPamrih? #KerjaSebagaiPemurnianDiriApaPulaItu? #ApaArtiKonsepNishkāmaKarma Swami Vivekananda sering menekankan bahwa kerja (karma) bukanlah beban, melainkan jalan menuju pembebasan. Ia melihat kerja sebagai yajña, yaitu persembahan suci kepada Tuhan. Dalam pandangan Vivekananda, bekerja bukan hanya soal menghasilkan sesuatu, tetapi tentang bagaimana seseorang memurnikan dirinya melalui tindakan. Ia berkata, “Work is worship, and the highest worship is unselfish work.” Melalui kerja tanpa pamrih, manusia dapat mengekspresikan kasih, pengabdian, dan kesadaran spiritualnya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Bhagavad Gītā (2.47), ditegaskan “Karmanye vādhikāras te mā phaleṣu kadācana; mā karma-phala-hetur bhūr mā te saṅgo ’stv akarmaṇi.” (Engkau berhak atas perbuatanmu, tetapi bukan atas hasilnya. Jangan jadikan hasil kerja sebagai motifmu, dan jangan pula berdiam diri tanpa bertindak.) Ayat ini menjadi landasan bagi prinsip Nishkāma Karma, yaitu bekerja tanpa keterikatan pada hasil. Menurut Vivekananda, keterikatan pada hasil—baik harapan akan pujian, keuntungan, maupun pengakuan adalah sumber kegelisahan. Pikiran menjadi tidak tenang karena selalu dihantui oleh ekspektasi dan rasa takut gagal. Sementara itu, mereka yang bekerja dengan semangat pengabdian murni justru merasakan kedamaian batin, karena mereka melepaskan ego dan membiarkan hasilnya menjadi urusan Tuhan. Kerja yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanpa pamrih juga menjadi sarana pembebasan (mokṣa). Dalam Bhagavad Gītā (3.19) dijelaskan “Tasmād asaktaḥ satataṁ kāryaṁ karma samācara; asakto hy ācaran karma param āpnoti pūruṣaḥ.” (Karena itu, laksanakanlah tugasmu tanpa keterikatan; sebab dengan bekerja tanpa terikat, seseorang mencapai yang tertinggi.) Vivekananda mengartikan prinsip ini sebagai proses membersihkan ego. Dengan bekerja bukan untuk diri sendiri, tetapi demi kesejahteraan dan pencerahan umat manusia, seseorang melangkah menuju kebebasan sejati. Contohnya tampak dalam perjuangan Swami Vivekananda di Chicago pada tahun 1893. Ia bekerja keras memperkenalkan ajaran Vedānta bukan untuk ketenaran pribadi, tetapi untuk mengangkat martabat spiritual umat manusia. Baginya, kerja adalah wujud cinta kasih universal (universal love in action). Dalam konteks dunia modern, ajaran Karma Yoga ini tetap relevan. Di tengah dunia yang kompetitif, bekerja tanpa pamrih bukan berarti tanpa ambisi, tetapi tanpa keterikatan emosional terhadap hasil. Seorang profesional bisa tetap berprestasi tanpa kehilangan keseimbangan batin; seorang relawan bisa memberi tanpa mencari balasan; seorang pendidik bisa mengajar sebagai bentuk pemujaan kepada Tuhan dalam diri murid-muridnya. Pertanyaan reflektif yang menarik untuk didiskusikan adalah: Apakah mungkin bekerja tanpa pamrih di zaman sekarang? Jawabannya bisa ditemukan dalam kesadaran bahwa setiap tindakan, sekecil apa pun, bisa menjadi ibadah jika dilakukan dengan cinta dan tanpa ego. Seperti kata Vivekananda, “It is the worker who is attached to nothing that achieves the greatest results.” Bagaimana penjelasan selanjutnya, silahkan simak sesuluh Yudha Triguna melalui Yudha Triguna Channel pada Youtube, juga pada Dharma wacana agama Hindu. Untuk mendapatkan video-video terbaru silahkan Subscribe https://www.youtube.com/channel/UCB5R Facebook: www.facebook.com/yudhatriguna Instagram: / yudhatrigunachannel