У нас вы можете посмотреть бесплатно Tri Laksana Nrepa: Refleksi Moral Kepemimpinan Sang Daśaratha, или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
• Tri Laksana Nrepa: Refleksi Moral Kepemimp... Tri Laksana Nrepa: Refleksi Moral Kepemimpinan Sang Daśaratha #AjaranMoralDanKepemimpinanSangDasarata #KepemimpinanHumanisSangDasarata #KepemimpinanMenempatkanPengetahuanDanPengalamanPenting Dalam Kakawin Rāmāyaṇa sargah I pada 3 dinyatakan sebagai berikut: “Guṇamānta saṅ Daśaratha, wruh sira riṅ Wéda bhakti riṅ déwa, tar malupéṅ pitrēpūja, māsih ta siréṅ swagotra kabéh. Artinya Sang Daśaratha penuh dengan keunggulan moral, dia tahu Wéda, dia berbakti kepada para Dewa, tidak pernah lupa untuk memuja leluhurnya, dan mencintai semua anggota keluarganya. Berdasarkan hal itu, ada tiga hal ada tiga refleksi penting kakawin itu, yaitu Pertama, membentuk pemimpin yang berintelek. Kedua, refleksi Kakawin Rāmāyaṇa sargah I pada 3 terhadap upaya membentuk pemimpin yang berketuhanan. Ketiga, refleksi Kakawin Rāmāyaṇa 3 dalam membentuk pemimpin yang humanis. Menjadi seorang pemimpin tidak hanya bermodalkan materi dan dukungan, tetapi membutuhkan pengetahuan yang mapan serta kedewasaan berpikir. Kepemimpinan Sang Daśaratha yang berorientasi pada pahamnya tentang pengetahuan merujuk pada Kakawin Rāmāyaṇa sargah I pada 3 bagian kalimat atau dalil berbunyi “...Guṇamānta saṅ Daśaratha, wruh sira riṅ Wéda…”. Jika diterjemahkan maksud dari dalil tersebut adalah Sang Daśaratha was full of moral excellence, he knew the Wédas (Sang Daśaratha penuh dengan keunggulan moral, dia tahu Wéda). Dalam kepimimpinan Sang Daśaratha, Beliau senantiasa mengisi diri melalui pikiran dan jiwanya dengan pengetahuan-pengatahun rohani yang tertuang dalam Wéda. Salah satu yang menjadi modal dasar dalam memahami ajaran suci Wéda sebagai seorang pemimpin adalah dengan memahami betul ulasan dalam kitab Nitisastra. Rāmāyaṇa Sargah I Pada 3 dalam juga membentuk pemimpin yang berketuhanan. Teks yang berbunyi “…bhakti riṅ déwa...”. Jika diterjemahkan maksud dari dalil tersebut adalah he was devoted to be Gods (berbakti kepada para Dewa/Tuhan). Selain seorang pemimpin yang harus cerdas dalam wawasan, pengetahuan, dan berpengalaman, seorang pemimpin juga harus cerdas secara spiritual. Seorang pemimpin yang cerdas secara spiritual adalah orang yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran agama atau nilai-nilai ketuhanan sebagai manifestasi dari aktivitasnya sehari-hari. Nilai-nilai Ketuhanan harus terbentuk dan ditempa dalam diri seorang pemimpin. Seorang pemimpin dalam Kakawin Rāmāyaṇa Sargah I Pada 3 dituntut menjadi pemimpin yang humanis. Pemimpin harus mampu menjadi sosok yang melindungi dan mengayomi bawahannya. Oleh karena itu, menjadi pemimpin tidaklah mudah karena selain harus bertanggung jawab kepada bawahannya juga harus mempertanggungjawabkan amanat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pemimpin humanis harus mampu memberikan rasa damai dan tentram kepada bawahannya. Pemimpin juga harus mampu memberikan angin segar kepada bawahannya agar dapat lepas dari berbagai tekanan. Kalimat “…tar malupéṅ pitrēpūja, māsih ta siréṅ swagotra kabéh.” Jika diterjemahkan maksud dari dalil tersebut adalah never forgot to worship his ancertors, and loved all the members of his family (tidak pernah lupa untuk memuja leluhurnya, dan mencintai semua anggota keluarganya). Sang Daśaratha amat sangat mencintai dan menghormati leluhurnya (baik leluhur dalam arti sebenarnya yaitu para pendahulu Sang Daśaratha maupun leluhur dalam arti semantik yaitu tanah airnya). Bhakti Sang Daśaratha begitu luhur kepada para pendahulunya atau leluhurnya. Hal ini terbukti melalui Kakawin Rāmāyaṇa yang menjelaskan cerminan kepemimpinan Sang Daśaratha yang amat mencintai rakyat dan negaranya. Bagaimana penjelasan selanjutnya, silahkan simak sesuluh Yudha Triguna melalui Yudha Triguna Channel pada Youtube, juga pada Dharma wacana agama Hindu. Untuk mendapatkan video-video terbaru silahkan Subscribe https://www.youtube.com/channel/UCB5R Facebook: www.facebook.com/yudhatriguna Instagram: / yudhatrigunachannel