У нас вы можете посмотреть бесплатно 7 Negara Tolak Kawal Selat Hormuz, Trump Ditinggalkan? Ini Analisis Synergy Policies dan Pengamat или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump secara resmi menyerukan kepada negara-negara sekutu untuk membantu mengamankan Selat Hormuz. Trump menyatakan, "negara-negara lain seharusnya datang dan membantu Amerika melindungi Selat Hormuz, sebagaimana peran AS di NATO dalam perang Rusia-Ukraina''. Menanggapi seruan Trump, Menteri Luar Negeri Jerman menilai sejauh ini pihaknya tak melihat peran bagi aliansi pertahanan NATO untuk menangani blokade Selat Hormuz. Sementara Menlu Belanda juga memilih untuk tidak mengirimkan kapal bantuan ke Selat Hormuz karena situasi yang rumit dan sensitif. Terkait penutupan Selat Hormuz, pejabat diplomatik tertinggi Iran kembali menegaskan Selat Hormuz hanya ditutup bagi kapal-kapal milik Amerika Serikat, Israel dan sekutu-sekutunya. Ia menambahkan, Iran tidak meminta gencatan senjata, bahwa perang "harus diakhiri dengan cara yang memastikan hal ini tidak terulang lagi." Hingga saat ini, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz. Penutupan ini berdampak fatal bagi ekonomi global karena melumpuhkan seperlima pasokan minyak dunia. Penutupan saat ini juga tercatat sebagai gangguan distribusi terbesar sepanjang sejarah. Memasuki pekan ketiga perang Iran melawan AS-Israel, kini berujung pada penutupan Selat Hormuz, khusus untuk kapal milik AS, Israel, dan sekutunya. Situasi ini membuat Trump harus "berteriak" meminta bantuan sekutunya di NATO. Namun, faktanya, permintaan itu ditolak. Lantas, selain menutup Hormuz, apa strategi Iran hingga "tak goyah" sampai saat ini? Kita bahas bersama Pendiri Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja dan Pengamat Militer, Anton Ali Abbas. #iran #trump #selathormuz Content Creator: Aisha Amalia Putri _ Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!