У нас вы можете посмотреть бесплатно Dugaan Penyebab Syafiq Tewas di Gunung Slamet, Ditemukan dalam Kondisi Telungkup dan Mendekap Betis или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Misteri hilangnya Syafiq Ali (18), pendaki asal Magelang, akhirnya terjawab setelah jasadnya ditemukan di Gunung Slamet pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Penemuan ini dilakukan oleh relawan SAR gabungan yang tetap melanjutkan pencarian meski operasi resmi sebelumnya telah dihentikan. Dalam pencarian tahap kedua, relawan menemukan sejumlah barang yang diyakini milik Syafiq, seperti dompet, senter, tongkat trekking, jas hujan berwarna hijau, dan emergency blanket. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting yang mengarahkan tim menuju lokasi penemuan jasad di kawasan Batu Langgar, jalur antara Gunung Malang dan Baturraden. Relawan SAR gabungan, Arie Afandi, menjelaskan bahwa Syafiq ditemukan dalam posisi telungkup di balik bebatuan dekat jurang. Tubuhnya meringkuk, dengan lutut dan wajah saling menempel, sementara kedua tangan mendekap betis. Celana yang dikenakan korban juga terlihat terbuka hingga setengah lutut. Melihat kondisi tersebut, tim menduga kuat Syafiq mengalami hipotermia. Suhu rendah, angin kencang, serta kabut tebal yang kerap muncul tiba-tiba di Gunung Slamet diyakini menjadi faktor utama yang memperburuk keadaan korban. Arie menambahkan, karakter Gunung Slamet yang ekstrem membuat pencarian penuh tantangan. Kabut tebal membatasi jarak pandang, sehingga besar kemungkinan tim pencari sebelumnya sudah berada di sekitar lokasi namun tidak melihat keberadaan korban. Relawan lain, Slamet Ardiyansyah dari BPBD Purbalingga, menyebutkan bahwa jenazah ditemukan berdekatan dengan puncak Batu Langgar. Namun, proses evakuasi sempat tertunda karena cuaca buruk. Jalur penurunan jenazah masih menunggu keputusan tim Search and Rescue Unit (SRU) di lapangan, apakah melalui Dipajaya, Bambangan, atau jalur alternatif lain. Meski berakhir dengan kabar duka, para relawan bersyukur pencarian panjang akhirnya menemukan titik terang. (Tribun-Video.com/Tribunbanyumas.com) https://banyumas.tribunnews.com/barli... Program: Live Tribunnews Update Host: Putri Dwi Arrini Editor Video: Irvan Nur Prasetyo Reporter: Farah Anis