У нас вы можете посмотреть бесплатно Ridwan Djamaluddin--Sepanjang Jalan ke Puncak Karir, Hingga ke Lembah Ujian: I've Never Walked Alone или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Kisah perjalanan hidup Dr. Ridwan Djamaluddin, seorang anak bangsa dari kampung Muntok, di Bangka Barat (kini menjadi bagian dari provinsi Bangka Belitung), yang merantau untuk menimba ilmu Geologi sembari menempa diri sebagai aktivis di kampus ITB, menempuh jalan karir yang panjang di birokrasi, dan mencapai titik tertinggi dalam hidup setelah berhasil melewati batu ujian yang tak ringan. Di masa kuliah di ITB, Ridwan dikenal sebagai salah seorang pentolan aktivis kampus yang vokal mengkritik kekuasaan rezim Orde Baru. Setelah lulus dari ITB, dia mengabdi selama 25 tahun di BPPT, dan membangun reputasi sebagai seorang teknokrat yang cemerlang dan berdedikasi tinggi. Jabatan terakhirnya di BPPT adalah Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (2010-2015). Dari sana, dia pindah ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), sebagai Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi (2015-2020). Saat di Kemenko Marves ini, Ridwan sempat mengikuti tahap-tahap awal pembahasan rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, yang sekarang dikenal sebagai kereta cepat Whoosh. Selepas dari Kemenko Marves, Ridwan kemudian diberi amanah sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) di Kementerian ESDM (2020-2023). Saat menjadi Dirjen Minerba ini pula, dia juga diminta untuk menjadi Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (2022-2023). Selain sejumlah jabatan di pemerintahan sebagaimana disebutkadi atas, Ridwan juga sempat memimpin Ikatan Alumni ITB (IA-ITB) sebagai Ketua Umum (2016-2021). Karir dan pengabdian panjang Ridwan memasuki babak baru, ketika pada 9 Agustus 2023 Kejaksaan Agung menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam perkara penyalahgunaan izin tambang di Sulawesi Tenggara. Delapan bulan kemudian, pada 25 April 2024, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis 3 tahun 6 bulan penjara. Setelah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Ridwan memperoleh pembebasan bersyarat pada 20 Juni 2025. Di balik peristiwa dan ujian berat itu, Ridwan menemukan makna baru dalam hidupnya. Dia semula mengira saat dijatuhi hukuman itu adalah titik terendah dalam hidunya. “Tetapi sekarang saya sadar, justru di situlah titik tertinggi saya.” Sebab, di periode itulah dia benar-benar belajar tentang makna hidup, tentang keikhlasan, dan tentang kawan-kawan yang selalu berjalan bersamanya. "I've Never Walked Alone," ujarnya. Dalam percakapan hangat dan sekaligus relflektif bersama Arya Gunawan Usis selaku host podcast "Pojok Eititu" ini, Ridwan berbagi cerita tentang: ✅ Aktivisme dan idealisme di masa kuliah di ITB ✅ Pengabdian panjang di BPPT, Kemenko Marves, dan Kementerian ESDM ✅ Tantangan memimpin provinsi Bangka Belitung dan IA-ITB ✅ Periode menjalani ujian berat ✅ Dan kesadaran bahwa di setiap penggal dari perjalanan panjang hidupnya, dengan tegas dan sepenuh keyakinan dia mengatakan: I’ve never walked alone. Selalu ada kawan baik yang hadir pada masa-masa sulit... #PojokEititu #RidwanDjamaluddin #ITB #IAITB #geologi #KCJB #keretacepat_id #Whoosh #DitjenMinerba #PemprovBangkaBelitung