У нас вы можете посмотреть бесплатно RENUNGAN KITAB SUCI, Senin 23 Februari 2026 : Matius или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Senin, 23 Februari 2026 Matius 25:31-46 Menghidupi Kekudusan Allah dalam Kasih Kepada Sesama Salam Sejahtera dan selamat bertemu untuk kita dalam renungan harian bersama dengan saya Pastor Lukman Pandiangan. Hari ini, Senin 23 Februari 2026, permenungan kita diambil dari Injil Matius 25:31-46, [Demikianlah Sabda Tuhan]. Saudara-I terkasih, kita bersyukur atas rahmat Allah yang senantiasa memampukan kita untuk mengikuti-Nya, membina diri dalam masa istimewa ini yakni masa pertobatan. Melalui seruan pertobatan, kita disadarkan kembali tentang panggilan dasar hidup manusia yakni hidup kudus sebagaimana Allah yang adalah kudus. Maka, dalam masa ini kita diajak untuk membangun niat dan sikap pertobatan dalam tindakan konkrit sebagai manusia. Dalam permenungannya, St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus merenungkan bahwa dalam usaha untuk mencintai Yesus, kita tidak boleh terpaku hanya dalam hal-hal besar, tetapi juga melalui jalan-jalan kecil dan sederhana. Saya merenungkan bahwa, dalam masa penuh rahmat ini, ternyata kita juga dapat membaharui diri dalam pertobatan melalui langkah-langkah kecil. Dalam bacaan yang kita renungkan pada hari ini, bentuk pertobatan kecil yang bisa kita lakukan ialah berani untuk keluar dari kenyamanan diri dan mulai tergerak untuk memperhatikan saudara-saudari, orang-orang yang ada di sekitarku, terutama mereka yang benar-benar membutuhkan sapaan kasih. Kita meyakini bahwa Allah hadir dalam diri setiap orang, terutama mereka yang berkekurangan, lapar, haus, sakit, mereka yang dipenjara, dan sebagainya. Kita semua dipanggil untuk melayani Allah yang tidak kelihatan dengan bentuk kasih dan kepeduliaan bagi mereka yang membutuhkan. Panggilan ini bukan hanya sebatas panggilan kemanusiaan, tetapi lebih dalam yakni solidaritas iman yang mengajak kita untuk sungguh merasakan apa yang dialami oleh orang lain. Saudara-I terkasih, masa pantang, puasa dan pertobatan tentulah ingin mengajak kita untuk hidup dalam kekudusan. Hal itu tidaklah diperoleh hanya melalui ungkapan-ungkapan atau pengakuan semata. Iman yang sejati tentu harus mendapatkan perwujudannya. Maka, semoga melalui masa pra-paskah ini, kita semakin mampu untuk melihat ke luar diri kita, menemui orang-orang yang sangat membutuhkan sapaan kasih, dukungan juga doa-doa kita. Ganjaran yang akan kita terima ialah kedamaian di hati kita dan berkat yang berlimpah sebagai balasan atas kebaikan yang telah kita bagikan kepada sesama. Tuhan memberkati kita. Amin.