У нас вы можете посмотреть бесплатно RENUNGAN KITAB SUCI, Rabu 18 Februari 2026 : Matius 6:1-6.16-18 II RP Fictorium N. Ginting, OFMConv или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
18 Rabu Matius 6:1-6.16-18 Hari Rabu Abu Fondasi Hidup Kristen: Sedekah, Doa dan Puasa Saudara-saudari terkasih, hari ini Gereja memulai memasuki masa puasa suci. Masa puasa menjadi kesempatan yang baik untuk pengolahan hidup Rohani. Kehidupan Rohani yang sering kali mengalami kelesuan akbibat banyaknya kesibukan, tuntutan, tantangan yang ada di sepanjang hidup kita. Saudara-saudari terkasih, sungguh penting melalui masa puasa suci yang kita mulai hari ini menjadi Langkah baru untuk menghidupkan kembali komitmen kita sebagai murid Kristus; yang hidup dalam iman akan Kristus yang menderita, wafat dan bangkit. Dalam Injil hari ini, Tuhan menawarkan kepada kita tiga fondasi yang penting menghidupkan komitmen kita sebagi murid Kristus: sedekah, doa, dan puasa. Ketiganya adalah perbuatan baik yang menyenangkan Bapa di surga. Memberi sedekah, berdoa dan puasa yang bagaimana kita Jalani? Saudara-saudari terkasih, jika fondasi ini: sedekah, doa dan puasa kita lakukan hanya untuk merasa baik atau untuk memberi kesan "menjadi orang baik" sesungguhnya mengaburkan kecerahan suatu tindakan yang pada dasarnya baik. Itu seperti menutupi sebuah karya seni dengan kain atau mengoleskan sapuan kuas yang tidak ahli pada lukisan yang sudah selesai. Yesus menggunakan ungkapan yang berulang ketika Ia menjelaskan ajaran ini: Bapamu melihat secara tersembunyi, dalam rahasia. Kita semua ingin perbuatan baik kita diakui, dan Tuhan tidak menyangkal kenyataan ini. Tetapi Ia mengingatkan kita bahwa pengakuan terbaik datang dari Allah bukan dari manusia. Namun sayangnya, kita manusia mampu dengan mudab menghujani seseorang dengan pujian hari ini dan mengkritiknya besok. Tetapi pandangan kebapaan Allah tidak pernah berubah. Selalu mengasihi karena Allah Adalah kasih dan kasih setia Allah kekal selama-lamanya. Tuhan menghargai amal kita, doa kita, dan pengorbanan kita, betapapun kecil dan tersembunyinya hal itu. Ketika kita mencapai surga, kita akan dapat merenungkan bersama-Nya fondasi-fondasi kasih (sedekah, doa dan puasa) yang telah kita bangun sepanjang hidup kita, dan kita akan bersukacita menemukan nilai yang sangat besar fondasi-fondasi ini yakni: sedekah, doa dan puasa. Mari di masa puasa 40 hari ini kita memperbaharui lagi komiten hidup kita sebagi murid-murid Kristus. Dengan memberi sedekah berarti kita diundang senantiasa untuk mengalami kasih dan kebaikan Tuhan bagi kita. Suka dan duka yang ada sebagai kesempatan untuk bersyukur dan berbagi kepada yang lain apa pun itu bentuknya. Apa yang dapat kita bagikan, bagilah karena itu akan berlimpah berkat Tuhan. Dengan berdoa yang rutin dan tetap kita merasakan bahwa Tuhan selalu menyertai dan menuntun Langkah kita. Melalui doa relasi kita dengan Tuhan menguatkan kita untuk setia berjalan dalam terang Tuhan. Dengan berpuasa kita sungguh memberi ruang, spasi bagi karya Roh Kudus untuk mengisi kekosongan dalam diri kita. Roh Kudus yang menguatkan kita untuk dapat mengendalikan keinginan-keinginan duniawi yang tidak teratur. Roh Kudus akan menuntun kita untuk dapat menahan diri, melihat apa yang perlu dan baik untuk kehidupan kekal. Mari kita perbaharui dan hidupkan 3 fondasi ini: Sedekah, Doa dan Puasa. Amin