У нас вы можете посмотреть бесплатно Renungan Akhir Ramadhan Oleh Ust.H.Imamul Arifin Lc,M.H.I или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Oleh Ust.H.Imamul Arifin Lc,M.H.I Kelompok 8: Giovani Dwi Varendra (3224600008) Ranaka Damar Fatih Sandjaya (3224600038) Najla Choirunnisa Adha (3224600068) Rangkuman Renungan Akhir Ramadhan: Ramadan merupakan bulan yang penuh keutamaan dan ampunan dari Allah. Dalam bulan ini, siapa pun yang menjalankan puasa, shalat Tarawih, serta beribadah di malam Lailatul Qadar dengan iman dan ikhlas, akan mendapatkan pengampunan dosa. Namun, sangat disayangkan jika seseorang keluar dari bulan Ramadan tanpa meraih ampunan, karena hal tersebut menandakan kerugian besar. Salah satu cara meraih ampunan adalah dengan melakukan taubat nasuha. Taubat yang diterima memiliki syarat tertentu, yaitu berhenti dari maksiat seperti menghapus aplikasi yang haram atau memutuskan hubungan yang dilarang, menyesali dosa-dosa yang telah dilakukan, serta bertekad kuat untuk tidak mengulanginya dan memperbanyak istighfar. Apabila dosa tersebut berkaitan dengan hak manusia, maka wajib meminta maaf atau mengembalikan hak tersebut. Ilmu sangat penting dalam proses ini, karena tanpa ilmu seseorang tidak akan menyadari kesalahannya. Misalnya, seseorang yang tidak mengetahui batasan aurat atau hukum haramnya babi, tidak akan merasa bersalah atau menyesal saat melanggarnya. Maka dari itu, menuntut ilmu adalah kunci utama dalam memperbaiki diri dan melakukan taubat dengan benar. Namun, penting untuk diingat bahwa waktu untuk bertaubat tidak selamanya tersedia. Allah memang membuka pintu taubat sepanjang waktu, tetapi akan tertutup saat nyawa sampai di tenggorokan (sakaratul maut) atau ketika matahari terbit dari barat sebagai tanda datangnya Kiamat. Kisah Fir’aun menjadi contoh nyata tentang taubat yang tertolak karena datang terlambat. Menjelang Idul Fitri, umat Islam diajak untuk menyambut hari kemenangan dengan hati yang bersih. Ini dilakukan dengan menyelesaikan dosa-dosa kepada sesama manusia melalui permintaan maaf dan pengembalian hak, serta dosa kepada Allah melalui taubat nasuha. Idul Fitri menjadi momentum untuk kembali suci dan memulai hidup baru dengan penuh keimanan. Singkatnya, Ramadan adalah kesempatan emas untuk bertaubat, memperbaiki diri, dan meraih ampunan Allah dengan memenuhi syarat-syarat taubat yang benar.